Padang  

Krisis Air Bersih Padang: DPRD Tinjau Kerusakan IPA Lubuk Minturun, Suplai Air Utara Lumpuh

Ketua DPRD Padang Muharlion didampingi Ketua Komisi II Rahmad Wijaya dan anggota komisi II saat meninjau IPA Lubuk Minturun.

PADANG – Kota Padang dihadapkan pada krisis air bersih yang meluas pasca-bencana banjir bandang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang bergerak cepat merespons persoalan ini dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi kerusakan, termasuk Intake dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lubuk Minturun. Kerusakan parah pada infrastruktur vital ini menyebabkan suplai air ke wilayah utara Padang masih terganggu, mendesak tindakan darurat dari Perumda Air Minum (AM) Kota Padang.

Fokus utama kerusakan berada di fasilitas Intake Latung, yang dilaporkan mengalami kerusakan berat pada tiga unit pompa. Fasilitas ini sebelumnya memiliki peran krusial, menyumbang lebih dari 200 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah utara Kota Padang. Lumpuhnya fasilitas ini secara langsung melumpuhkan distribusi air ke ribuan pelanggan di area tersebut.

Melihat skala kerusakan dan dampaknya terhadap masyarakat, anggota DPRD Padang mendesak Perumda AM Kota Padang untuk segera mengambil langkah darurat. Anggota dewan menekankan pentingnya respons yang cepat dan terkoordinasi untuk memulihkan layanan air bersih sesegera mungkin.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan bahwa proses pemulihan layanan air bersih pasca-banjir bandang diperkirakan akan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Estimasi waktu yang diperlukan agar suplai air kembali stabil diperkirakan memakan waktu hingga tiga bulan, mengingat tingkat kerusakan IPA mencapai 99 persen.

Sebelumnya, Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Air Minum Kota Padang juga telah melakukan kunjungan langsung ke Intake dan IPA di Lubuk Minturun yang terdampak bencana. Peninjauan ini bertujuan untuk memetakan secara detail kerusakan yang ada dan merancang rencana perbaikan.

Baca Juga  Disdikbud Padang Keluarkan SE Terbaru Soal Belajar Mandiri di Rumah

Sembari menunggu perbaikan infrastruktur permanen, Perumda AM Padang telah berupaya mengirimkan bantuan air ke wilayah terdampak untuk meringankan beban masyarakat. Upaya ini menjadi solusi sementara mengingat lumpuhnya suplai air melalui jaringan pipa.

Menanggapi situasi yang sulit ini, Anggota DPRD dan manajemen Perumda AM meminta masyarakat untuk bersabar dalam menghadapi gangguan suplai air akibat kerusakan intake dan IPA. Komunikasi dan koordinasi terus dilakukan untuk memastikan pemulihan berjalan efektif.

Kerusakan pada IPA Lubuk Minturun kini menjadi prioritas utama penanganan bencana di Padang. Fokus pada perbaikan fasilitas ini sangat penting untuk mengakhiri krisis air bersih dan mengembalikan layanan vital kepada warga di wilayah utara, demi menjamin kesehatan dan aktivitas harian masyarakat. (*)