PADANG – Kelompok Peduli Sosial (KPS) Genta Bahari Teluk Bayur mengadakan pelatihan tata boga bagi masyarakat prasejahtera yang tinggal di sekitar kawasan pelabuhan. Kegiatan yang berlangsung di Femmy’s Kitchen, Lubuk Lintah, ini diikuti 11 warga yang ingin meningkatkan keterampilan membuat kue dan jajanan pasar sebagai peluang usaha baru.
Ketua KPS Genta Bahari, Yasmida, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PT Semen Padang yang memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Menurutnya, pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang ingin menambah pendapatan tanpa harus meninggalkan peran di keluarga. “Keterampilan membuat kue dapat menjadi modal usaha yang menjanjikan,” ujarnya.
Yasmida menjelaskan bahwa banyak peserta selama ini memiliki keinginan untuk membuka usaha, namun kurang memiliki keterampilan teknis maupun kepercayaan diri. Melalui pelatihan yang berlangsung intensif ini, para peserta tidak hanya belajar teknik memasak, tetapi juga memahami potensi ekonomi dari produk jajanan pasar.
Ia juga menyoroti bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari tiga program utama Basinergi Mambangun Nagari (BMN) yang dijalankan KPS Genta Bahari sepanjang 2025. Dua program lainnya adalah bantuan pendidikan untuk keluarga kurang mampu dan bantuan alat pencuci motor untuk pemberdayaan pemuda Teluk Bayur. “Semua program ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Yasmida.
Menurut Yasmida, total anggaran untuk tiga program tersebut mencapai Rp58 juta, seluruhnya merupakan dukungan dari PT Semen Padang. Ia menilai komitmen perusahaan menunjukkan perhatian yang mendalam terhadap kondisi sosial masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang nyata ini,” tambahnya.
Pelatihan tata boga ini, lanjut Yasmida, diharapkan dapat membantu peserta memulai usaha rumahan yang sederhana namun berdampak signifikan terhadap pendapatan keluarga. Dengan meningkatnya kemandirian ekonomi warga, ia percaya kualitas hidup masyarakat Teluk Bayur akan semakin baik.
Para peserta mengikuti pelatihan dengan penuh semangat. Banyak dari mereka mulai memahami cara menghitung modal, menentukan harga jual, hingga memasarkan produk ke lingkungan sekitar. Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat segera diterapkan agar manfaatnya langsung dirasakan.
Yasmida menegaskan bahwa KPS Genta Bahari akan terus mendorong kegiatan pemberdayaan berbasis keterampilan, terutama yang menyasar keluarga kurang mampu. Ia berharap kolaborasi dengan PT Semen Padang dapat terus berlanjut untuk memperkuat ekonomi masyarakat Teluk Bayur. (*)












