Padang  

Komisi III DPRD Padang Soroti Soal Transportasi Setelah Bencana; Helmi Moesim Tekankan Koordinasi Lintas Instansi

PADANG – Komisi III DPRD Kota Padang menggelar rapat kerja intensif bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang pada Kamis (04/12/2025) untuk mengevaluasi situasi transportasi dan aksesibilitas pascabencana. Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, menyoroti bahwa lumpuhnya jalur utama mengancam pasokan bahan pokok dan air bersih bagi masyarakat.

Helmi Moesim menegaskan bahwa lumpuhnya jalur Padang–Solok membawa dampak serius yang langsung dirasakan warga. Kondisi jalur yang macet parah dan belum bisa dilalui ini menghambat pasokan bahan pokok, membuat suplai sembako dari Solok sulit masuk ke Padang. Dampak nyatanya adalah kenaikan harga, seperti harga cabai mahal dan air isi ulang langka.

Krisis air bersih juga memburuk karena air baku untuk kebutuhan Kota Padang sebagian besar bersumber dari Mata Air Gunung Talang, Solok. Helmi Moesim menekankan bahwa terputusnya jalur Solok turut menyebabkan banyak depot air minum isi ulang terpaksa tutup.

Baca Juga  Azwar Siry : Tak Logis BLT Tahap II Ditiadakan Pemko Padang

Mengacu pada situasi darurat ini, Helmi Moesim menegaskan bahwa penanganan tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi saja. Ia menuntut koordinasi cepat dan terstruktur antara Dishub, BPBD, PDAM, Dinas Sosial, hingga pemerintah provinsi untuk memastikan jalur logistik kembali normal secepatnya.

Kepala Dishub Padang, Ances Kurniawan, memaparkan langkah yang telah diambil Dishub sejak hari pertama bencana. Personel Dishub telah mengefektifkan diri di titik rawan macet untuk memastikan bantuan kemanusiaan tidak terhambat. Ia juga menyebutkan bahwa hingga kini, jalur Sitinjau Lauik – Indarung adalah satu-satunya akses utama masuk Kota Padang yang masih dapat dilalui.

Untuk mengurai kepadatan, Dishub Padang menerbitkan edaran pembatasan truk masuk Kota Padang selama masa tanggap darurat hingga 8 Desember 2025, mengacu pada Pergub tentang Pembatasan Operasional Truk. Hanya kendaraan tertentu, seperti truk pembawa sembako, mobil tangki air/BBM, dan kendaraan bantuan korban bencana, yang diperbolehkan masuk, dan semuanya harus dengan pengawalan.

Baca Juga  Tim Labor FK Unand Cetak Rekor, Positif Covid-19 di Sumbar Jadi 443 Orang

Helmi Moesim mengapresiasi langkah cepat Dishub dalam menjaga kelancaran distribusi bantuan. Namun, Helmi juga mendesak agar Dishub segera menyusun mitigasi jangka pendek dan jangka panjang untuk menghadapi risiko terisolasi di masa depan.

Kepala Dishub Ances Kurniawan memastikan bahwa pihaknya akan terus mengerahkan seluruh personel untuk mengurai kemacetan dan menjaga jalur vital agar Kota Padang tidak terisolasi. Rapat kerja ini menegaskan fokus Komisi III pada pemulihan akses logistik demi kepentingan masyarakat. (*)