SELATPANJANG – Setelah Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tirus membuka rute baru dari Pelabuhan Insit, Kepulauan Meranti menuju Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton, Siak, membuat KMP Berembang kehilangan rute pelayaran.
Saat ini, kapal roll on roll off (roro) KMP Berembang hanya terparkir dan sudah tidak beroperasi lagi selama beberapa bulan belakangan.
Padahal sebelumnya KMP Berembang yang memiliki rute menuju ke Tanjung Buton dan berpindah ke Pelabuhan Sungai Selari, Sungai Pakning, Bengkalis pasca pelabuhan roro di Buton ambruk pada Tahun 2019. Sementara, KMP Tirus hanya memiliki rute menuju Dumai.
Namun, saat ini rute pelayaran roro dari Kepulauan Meranti hanya dilakukan oleh KMP Tirus. Baik menuju Dumai, maupun menuju Tanjung Buton, Siak.
Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar yang dikonfirmasi, Rabu (23/4/2025) mengaku bahwa rute pelayaran roro dari Meranti hanya dilakukan oleh KMP Tirus.
Sedangkan KMP Berembang yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) belum mendapatkan rute pelayaran.
Dari pantauan, KMP Berembang hanya terparkir di selat depan Kota Selatpanjang. Belum diketahui bagaimana nasib KMP Berembang.
“KMP Berembang belum ada rute pelayaran baru pasca perpindahan rute dari Pelabuhan Insit menuju Pelabuhan Sungai Selari, Pakning, Bengkalis ke Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton, Siak. Setelah pindah ke Pelabuhan Mengkapan rute pelayaran diserahkan ke KMP Tirus. Saat ini KMP Berembang tidak beroperasi lagi dan hanya terparkir saja di Selatpanjang,” ungkapnya.
Meski begitu, Agusyanto mengaku sudah melaporkan kondisi itu kepada Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (purn) H Asmar.
Menurutnya sangat disayangkan KMP Berembang jika tidak dimanfaatkan pelayarannya untuk membuka keterisoliran Kepulauan Meranti.
Menurutnya, jika kementrian menyetujui permintaan Pemkab Meranti untuk membuka jalur pelayaran menuju ke Tanjung Balai Karimun, Batam dan Tanjung Pinang, maka KMP Berembang bisa dimanfaatkan untuk armada pelayaran roro ke sana. Dengan begitu keterbukaan akses dari Meranti bisa lebih luas.
“Sangat disayangkan jika KMP Berembang yang saat ini operasionalnya dikelola BUMD PT PIR ditarik dari Meranti dan dipindahkan ke daerah lain. Mudah-mudahan bisa tetap membantu membuka jalur pelayaran bagi wilayah Meranti,” ujarnya.
Manajer Operasional PT PIR, Fery Daut saat dikonfirmasi terkait masa depan KMP Berembang belum menjawab wartawan. Sehingga belum ada kejelasan terkait keberlanjutan operasional KMP Berembang.(*)












