Kisah Ustaz Jamal Al Bilad & Resto Indonesia di Melbourne

Catatan Ilham Bintang

Maka, mumpung Jamal masih dalam perjalanan, saya arahkan ke “Salero Kito”. Kirim peta lokasi. Beres.

Siang itu kami pun menikmati masakan Padang “Salero Kito” yang saya sebut Number 1 in Town. Kami menyantap Nasi Rames atau Nasi Kapau Padang yang terkenal itu.

Pemilik “Salero Kita” namanya Ari, asli Minang. Mungkin satu-satunya resto Padang di Melbourne yang pemiliknya urang awak asli. Restonya mempekerjakan mahasiswa / mahasiswi Indonesia.

Saya kenal Ari enam tahun lalu. Kami sering ngobrol. Setiap ke sana dia turun tangan langsung melayani. Tahun ini Ari sekeluarga pulang mudik Lebaran, sehingga tidak sempat bertemu.

Kembali ke kisah Jamal. Ayah 5 anak ini pekerja keras.Jaringannya luas di mancanegara. Tahun 2019 saya dan istri berumroh dan merencanakan urus sendiri tanpa travel. Jamal tahu dia tidak tega. Ia langsung kontak jaringannya di Saudi untuk menangani handling selama kami di Tanah Suci. Kami dijemput dengan protokol VVIP, pakai pengawal dan mobil limousine menunggu di tangga pesawat. Urusan Imigrasi dan Custom mereka juga tangani, kami tinggal duduk manis di lounge tamu-tamu kerajaan. Stafnya di Mekkah mengatur perjalanan kami juga ke Madinah dengan kereta cepat : “The Haramain High Speed Railway” yang waktu itu baru beroperasi.

Sebelum itu, saya ingat, waktu mampir liburan di Turki dari trip Eropa, Jamal juga turun tangan. Kebetulan dia di Turki. Tahu saya baru untuk pertama kali menginjak Istambul. Jamal menyediakan mobil berikut guide, tiket pesawat ke Cappadocia dan menginap dua malam di hotel di dalam gua. Kalau Jamal sukses sekarang, pastilah karena kepeduliannnya kepada sesama kawan turut berkontribusi.

Seperti disebut, Jamal selalu terjun langsung mengawal turnya di mancanegara, dan juga rutin mengunjungi 42 cabang Al Bilad Universal di seluruh Indonesia.
Maka kita bisa paham mengapa Jamal butuh asupan gizi makanan yang baik untuk jaga stamina. Oh, iya. Saat berkeliling daerah Indonesia, tinggal menunggu postingan Jamal di media sosial tentang temuan pelbagai makanan khas daerah.

Terdampak pandemi

Pandemi Covid-19 jelas berdampak pada bisnis perusahaan travel Jamal. Saudi menutup kunjungan umrah sejak 27 Februari 2020. Baru dibuka Desember 2022, itupun dengan berbagai protokol kesehatan yang amat berat dan tidak nyaman bagi jemaah. Tetapi Jamal tidak menyerah, tetap memelihara semangat. Perusahaannya juga memberangkatkan jamaah haji baik reguler maupun Furoda (calling visa). Pada masa pandemi, apa boleh buat ikut stop dua tahun.

“Setelah pandemi Alhamdulillah sudah memberangkatkan sekitar 4 ribu jemaah,” kata Jamal.

” Ya, resepnya bersabar, Bang,” sahut dia ketika saya tanya.