PADANG-Perjalanan bisnis sering kali bukan tentang garis lurus, melainkan tentang keberanian untuk berbelok saat badai datang. Itulah yang dijalani oleh Ida Nursanti, sosok di balik suksesnya brand kuliner Siti Nurbaya. Perjalanannya bersama Bank Nagari dimulai sejak tahun 1997, saat ia memberanikan diri mengambil pinjaman modal untuk merintis usaha souvenir.
“Pertama kali meminjam di Bank Nagari kami belum kenal namanya KUR atau program sejenisnya. Kami hanya mengajukan pinjaman biasa untuk bisnis. Alhamdulillah dikabulkan,” kata Ida Nursanti, 47 membuka cerita, kepada Topsatu.com, Sabtu (25/4/2026).

Setahun berselang, ujian berat datang. Indonesia dihantam krisis Moneter pada 1998. Di tengah ketidakpastian ekonomi, usaha souvenirnya sempat tersendat. Namun, dengan kegigihan dan manajemen yang hati-hati, ibu satu anak itu berhasil melunasi kewajibannya. Momen ini menjadi bukti integritasnya sebagai nasabah yang tangguh.
“Yang namanya hutang tentu tetap harus dibayar. Bunganya ketika itu cukup besar karena belum ada program KUR seperti sekarang dengan bunga kecil,” terang perempuan asal Silungkang tersebut.
Berkat keyakinanannya dalam melunasi pinjaman ke Bank Nagari, Ida, istri dari Irwan Kemal ini mampu melunasi pinjaman. Lalu dia melihat peluang baru, dengan memutuskan banting setir ke usaha katering. Ia kembali mengajukan pinjaman pada Bank Nagari, kali ini melalui unit Bank Nagari Syariah pada tahun 2013. Proses yang cepat dan mudah membuatnya kembali mendapatkan suntikan modal untuk membesarkan unit usahanya yang diberi nama Katering Siti Nurbaya.
Namun, dunia bisnis kembali menguji kreativitasnya. Saat katering mulai melambat, Ida tak lantas menyerah. Ia melakukan inovasi dengan mengembangkan produk Randang dan Dendeng. Untuk ketiga kalinya, kepercayaan Bank Nagari hadir melalui kucuran modal sebesar Rp150 juta, pada tahun 2018. Uang sebesar itu dijadikan Ida sebagai modal dam meningkatkan kualitas produksi dan kemasan.
Membawa Cita Rasa Minang Menembus Benua
Gayung bersambut. Keputusan Ida untuk beralih ke produk olahan daging terbukti tepat. Dengan kemasan yang elegan, Randang dan Dendeng Siti Nurbaya kini tak hanya menghiasi etalase toko oleh-oleh di Kota Padang, tetapi juga merambah ke Pekanbaru, Jambi, hingga Lampung.
Keberhasilan Ida dalam dunia kuliner kian lengkap dengan berdirinya toko mandiri di Jalan Damar I No. 6, Padang. Nama “Siti Nurbaya” sendiri bukan sekadar nama ikonik Sumatra Barat, melainkan penghormatan Ida kepada sang ibu, Nurbaya. Kini, ekspansi usahanya bahkan telah melintasi batas negara lewat bumbu randang racikannya telah rutin diekspor hingga ke Australia.
“Alhamdulillah produk kami berupa bumbu masakan minang seperti rendang sudah sampai ke Australia. Mohon doanya bisa berkembang ke banyak negara,” terang Ida.

Komitmen Harga dan Kualitas
Di GeraiSiti Nurbaya Food, konsumen dapat menemukan berbagai varian dengan harga yang kompetitif namun tetap menjaga kualitas premium. Seperti randang daging sapi dengan berat 250 gram dijual Rp95.000, dendeng lambok/dendeng kering Rp90.000, randang paru Rp90.000, randang ikan Rp75.000 dan randang ayam Rp70.000
Di balik kesuksesan yang ia bangun bersama suaminya, Irwan Kemal, dan buah hati mereka, Ida membagikan tips sederhana namun krusial bagi para pelaku UMKM. Menurutnya, kunci agar hubungan dengan perbankan tetap harmonis adalah disiplin.
“Pada prinsipnya kalau meminjam ke bank harus lancar. Jangan sampai menunggak. Jika sudah lancar cicilan dari awal sampai akhir, maka pinjaman selanjutnya akan mudah saja. Bahkan kalau kita ga mengajukan pinjaman, pihak bank yang menawarkan pinjaman tersebut,” kata Ida.
Ia pun berharap Bank Nagari terus menjadi mitra setia bagi pelaku usaha kecil dengan terus mempertahankan kemudahan proses birokrasi, sehingga makin banyak UMKM di Sumatra Barat yang bisa naik kelas seperti dirinya.
Aneka Produk Bank Nagari
Sementara, Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra menjelaskan, Bank Nagari menyediakan berbagai produk perbankan konvensional dan syariah, mencakup tabungan (Sikoci, Simpeda, Tahari, Tabunganku), deposito, giro, serta kredit untuk UMKM dan konsumsi. Layanan digital, seperti mobile banking dan internet banking, juga tersedia untuk transaksi mudah. Bank ini juga unggul dengan produk Tabungan Sikoci, termasuk Qurban dan Umrah, serta layanan internasional APN.
“Kami punya banyak produk utama. Seperti Tabungan Sikoci (Sikoci, Sikoci Tahari Junior, Umrah, Qurban). Tabungan dengan setoran awal Rp 100.000 dan setoran selanjutnya Rp 25.000. Tabungan Simpeda: Tabungan bersama BPD seluruh Indonesia. Tabanas: Termasuk Tabanas Umum, Pelajar, Pegawai, dan Masjid.
Tabunganku: Tabungan ringan biaya. Tahari Mabrur: Tabungan haji,” terang Gusti Chandra.
Lalu katanya, ada deposito dan giro, produk pendanaan berjangka dan giro untuk kebutuhan transaksi bisnis.
Kredit/Pembiayaan, kredit untuk modal kerja, investasi, dan konsumsi, termasuk fokus pada UMKM.
Layanan Syariah, tabungan Wadiah/Mudarabah, giro, dan deposito syariah.
Layanan digital mobile banking dan internet banking. Asian Payment Network (APN) untuk transaksi internasional.
Klinik UMKM untuk konsultasi.
“Begitu banyak produk yang kami sediakan untuk nasabah. Mari bergabung dengan kami di Bank Nagari,” ajak Gusti Candra.
Berdasarkan data laporan per akhir 2022, jumlah nasabah tabungan Bank Nagari tercatat sebanyak 1.350.848 orang. Sementara itu, untuk layanan digital, pengguna Nagari Mobile Banking tumbuh mencapai 221.442 pengguna. Data terbaru (2026) menunjukkan bank ini melayani lebih dari 1.500 nasabah terdampak bencana. Yunisma












