PADANG — Kegiatan donor darah yang digelar PT Semen Padang tak hanya mengumpulkan kantong darah, tapi juga menyimpan kisah inspiratif dari para pendonor.
Dalam aksi kemanusiaan bertajuk “Syawal Penuh Berkah”, Rabu (23/4), sejumlah peserta membagikan pengalaman berharga mereka dalam aksi solidaritas ini.
Salah satunya adalah Safarudin, karyawan yang telah mendonorkan darah sebanyak 38 kali sejak tahun 2007. Ia mengaku awalnya melakukan donor karena membantu keluarga temannya yang sedang membutuhkan transfusi darah.
“Setelah pertama kali donor, ternyata tidak sakit. Malah saya merasa tubuh lebih segar. Sejak itu jadi kebiasaan, bahkan ketagihan,” ungkapnya sambil tersenyum.
Pengalaman serupa juga dirasakan Sadri Hedusman. Ia telah 15 kali mendonorkan darah dan awalnya sempat ragu karena takut jarum. Namun setelah beberapa kali mencoba, ia merasa lebih bugar dan bangga bisa membantu orang lain.
“Awalnya saya takut, tapi setelah donor justru merasa lebih sehat. Kini, saya selalu tunggu momen donor di kantor,” jelas Sadri.
Menurut Ketua Panitia Arie Ronaldo, kisah-kisah seperti ini menjadi motivasi bagi rekan-rekan lain untuk ikut berpartisipasi. Ia menyebut bahwa budaya donor darah di lingkungan PT Semen Padang sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan berempati.
“Bukan sekadar memenuhi target, tapi ini gerakan sosial yang hidup karena kesadaran masing-masing individu,” kata Arie.
Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Oktoweri, juga menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari nilai-nilai perusahaan dalam menjunjung kepedulian, kesehatan, dan kontribusi sosial.
Dalam kegiatan ini, terkumpul 316 kantong darah, jauh melampaui target awal. Capaian tersebut tidak lepas dari semangat berbagi dan keinginan untuk memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Donor darah menjadi simbol kepedulian nyata yang dapat dilakukan siapa saja. Semangat Syawal di Semen Padang bukan hanya tentang berbagi rezeki, tapi juga tentang menyelamatkan nyawa melalui aksi sederhana namun bermakna. (*)












