Kemenag Sawahlunto Dukung Program Cegah Stunting dan Perkuat Wakaf Produktif

Ning Subekti sampaikan sambutan apel padi Senin (27/7). subandi
Ning Subekti sampaikan sambutan apel padi Senin (27/7). subandi

SAWAHLUNTO – Pembina Apel Pagi ASN Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Ning Subekti menyampaikan sejumlah program strategis pemerintah daerah, mulai dari pencegahan stunting hingga penguatan zakat dan wakaf, saat apel pagi, Senin (27/7).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) menargetkan penanganan 112 anak stunting di empat kecamatan. Program tersebut melibatkan instansi pemerintah, BUMD, praktisi pendidikan, hingga masyarakat.

Menurut Ning, Kemenag berkontribusi dalam pencegahan stunting melalui Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin (Bimwin Catin) dan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sebagai upaya membangun keluarga sehat dan meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya kesehatan.

Baca Juga  MTsN 2 Sawahlunto Juara Liga Askot PSSI, Dominasi di Lapangan dan Suporter

Selain itu, ia mengingatkan seluruh ASN agar segera menyelesaikan pelaporan kinerja pribadi sesuai ketentuan.

Ning juga memaparkan perkembangan program Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf yang meliputi Kampung Zakat, KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat, Inkubasi Wakaf Produktif, dan Kota Wakaf.

Program Kampung Zakat di Sawahlunto kini memasuki tahun ketiga sekaligus tahun terakhir pendampingan. Sementara melalui KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat, enam pelaku UMKM menerima bantuan modal, dengan lima usaha berkembang dan satu pelaku usaha menghentikan usahanya karena merantau.

Baca Juga  Penyuluh Agama Sijunjung Raih Award dari Kemenag Sumbar

Adapun program Inkubasi Wakaf Produktif dan Kota Wakaf belum dapat diikuti Sawahlunto karena belum memenuhi persyaratan, terutama terkait ketersediaan nazir berbadan hukum dan nazir bersertifikat.

Sebagai langkah awal, Kemenag Kota Sawahlunto telah mengikutsertakan empat pegawai, yakni Dr. H. Zulkifli, Apgreadisman, Ning Subekti, dan Dafril dalam ujian tahap awal sertifikasi nazir pada 25 Juli 2026. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi pengembangan program wakaf produktif di Kota Sawahlunto. (sbd)