PADANG – PT Semen Padang bergerak cepat dalam mematangkan sistem manajemen lingkungan melalui implementasi standar internasional kuantifikasi karbon terbaru. Melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kuantifikasi dan Pelaporan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK), perusahaan resmi memulai tahapan krusial untuk menginventarisasi seluruh emisi dari aktivitas operasionalnya. Langkah taktis ini menjadi bagian dari persiapan internal guna menghadapi audit lingkungan berskala internasional.
Kepala Unit Sistem Manajemen PT Semen Padang, Arie Ronaldo, menjelaskan bahwa Bimtek yang digelar di Wisma Indarung ini merupakan tahapan awal dari rangkaian program penguatan sistem penghitungan karbon perusahaan. Manajemen menargetkan seluruh rangkaian penyusunan dokumen, pelatihan, hingga audit internal dapat diselesaikan secara menyeluruh pada Juli 2026 mendatang. Ketepatan lini masa ini menjadi prioritas utama demi mendukung kebijakan korporasi.
Arie menyebutkan bahwa sebagai modal awal, PT Semen Padang sejatinya telah melakukan penghitungan emisi karbon menggunakan metode World Business Council for Sustainable Development (WBCSD). Skema tersebut merupakan standar baku yang lazim digunakan oleh industri semen global. Data historis yang telah tersedia dari metode WBCSD tersebut selanjutnya akan dikonversi dan disesuaikan sebagai dasar utama dalam penyusunan inventarisasi emisi baru sesuai standar ISO 14064-1:2018.
“Melalui Bimtek yang komprehensif ini, kami ingin memastikan seluruh proses penghitungan karbon perusahaan berjalan ketat sesuai standar internasional. Pembenahan dilakukan secara menyeluruh mulai dari penataan sistem pengumpulan data di lapangan, pemilihan metodologi perhitungan yang akurat, hingga proses pelaporan serta mekanisme verifikasi internal,” kata Arie Ronaldo menjabarkan.
Sebagai langkah konkret pasca-pelaksanaan Bimtek, manajemen PT Semen Padang akan segera membentuk tim khusus yang memiliki kompetensi tersertifikasi untuk melakukan penghitungan emisi secara mandiri. Tim lintas fungsi tersebut nantinya akan dipimpin oleh Departemen Perencanaan dan Pengadaan Produksi selaku pemilik proses (process owner). Tim ini akan didukung penuh oleh berbagai unit kerja teknis yang menjadi sumber data maupun unit penghasil emisi.
Arie menambahkan bahwa setelah melewati tahap pembelajaran intensif dan pendampingan dari para ahli, para peserta akan langsung melakukan praktik simulasi penghitungan karbon secara mandiri. Hasil kerja dari tim mandiri tersebut kemudian akan dievaluasi secara berkala oleh tim pendamping eksternal. Evaluasi mendalam inilah yang nantinya dijadikan modal dasar untuk melangkah ke tahapan verifikasi dan validasi oleh lembaga sertifikasi independen yang berwenang.
“Target kami sangat jelas, yakni pada Juli 2026, hasil penghitungan karbon PT Semen Padang sudah terverifikasi dan tervalidasi oleh lembaga internasional. Dengan demikian, data emisi tersebut sah dan diakui secara internasional untuk berbagai keperluan bisnis,” ujar Arie dengan optimistis terkait pencapaian program strategis lingkungan ini.
Lebih jauh, program akselerasi ini juga dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kebijakan regulasi karbon domestik maupun internasional yang kian dinamis. Kesiapan ini mencakup implementasi mekanisme Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Indonesia serta aturan perdagangan internasional seperti pembatasan jejak karbon produk. Dengan sistem penghitungan yang andal, PT Semen Padang memastikan kepatuhan regulasi sekaligus memitigasi risiko hambatan tarif hijau di pasar global. (*)












