PEKANBARU – Senyum bahagia warga yang sudah enam hari terdampak banjir di Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai pecah saat Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru dan tim datang menyapa, Kamis (6/3/2024) malam.
Tak hanya menyapa, Kasat Reskrim Kompol Bery Juana yang setia didampingi Kanit Jatanras Ipda Rizki Indra Putra langsung melakukan patroli menggunakan perahu karet.
Satu persatu rumah warga hingga tambak udang yang ditinggal mengungsi, hingga yang masih setia ditempati diperiksa.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan rumah-rumah warga yang ditinggal mengungsi agar terhindar dari aksi kejahatan.
“Kami melakukan pemantauan di lokasi banjir untuk memastikan rumah warga yang kosong tetap aman dan tidak menjadi sasaran tindak kriminal,” ujar Kompol Bery.
Banjir yang telah melanda wilayah tersebut selama enam hari terakhir mencapai kedalaman lebih dari dua meter.
Pantauan topsatu.com, bahkan rumah ibadah di sekitar lokasi pun tak luput dari genangan air.
Kejadian menarik terjadi saat mereka menemukan seorang warga yang masih bertahan di rumahnya demi menjaga tambak udang miliknya.
“Kami memberikan arahan kepada warga tersebut agar tetap waspada dan segera menghubungi kami jika terjadi sesuatu,” tambahnya.
Melihat kondisi warga yang masih bertahan tanpa bantuan memadai, Kompol Bery merasa terpanggil untuk menyalurkan bantuan berupa air bersih, makanan, minyak goreng, beras, biskuit, dan obat-obatan.
“Warga mengeluhkan minimnya bantuan. Mereka membutuhkan air bersih, makanan, dan obat-obatan. Kami berusaha memberikan bantuan yang bisa meringankan beban mereka,” ungkapnya.
Dosela-sela penyerahan bantuan itu, Ketua RT 03 Kelurahan Sri Meranti, Piter Sikumbang, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian pihak kepolisian terhadap warganya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru yang telah memberikan perhatian dan bantuan ini,” ujarnya.
Piter mengungkapkan bahwa sejak banjir melanda, sebanyak 350 kepala keluarga (KK) terdampak, dan hingga saat ini, mereka belum menerima bantuan apa pun.
“Ini bantuan pertama yang kami terima sejak enam hari terakhir. Sebagian besar warga kini mengungsi ke tempat lebih tinggi karena rumah mereka sudah terendam hingga seukuran dada orang dewasa. Ditambah lagi, listrik juga padam,” tutupnya.
Hingga kini, warga masih bertahan di pinggir jalan dengan kondisi yang memprihatinkan, berharap ada lebih banyak bantuan datang untuk meringankan beban mereka.(*)












