TANJUNG RAYA – Sampai hari ke-11 terjadinya bencana alam tanah longsor di sekeliling Danau Maninjau, masyarakat jorong Balai Belo, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam masih berjibaku dan bergotong royong memulihkan kondisi rumah masyarakat yang terdampak cukup parah akibat dihantam galodo yang melanda jorong tersebut.
Galodo di Balai Belo Nagari Koto Kaciak kecamatan Tanjung Raya kabupaten Agam diawali hujan lebat tiada henti semenjak Jumat (21/11) , dan Senin (24/11) pukul 16.10 WIB terjadi Galodo pertama di aliran Sungai Banda Guntuang, menyumbat jembatan dan merusak persawahan disekitar aliran sungai.
Pada hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB terjadi longsor susulan yang lebih besar dan menimbulkan kerusakan lebih parah mengakibatkan 20 unit rumah di area Banda Guntuang sampai Sungai Tabo diterjang air lumpur dan material longsor .
Selasa (25/11) masih terjadi longsor susulan dan suasana makin mencekam, warga sekitar Banda Guntuang sampai Sungai Tabo dan Puduang setidaknya 36 KK / 96 jiwa mulai dievakuasi dan diungsikan ke tempat yang lebih aman ke rumah sanak saudara ,termasuk ke antor Walinagari Koto kaciak. Sampai pada puncaknya, malam Jum’at (27/11) masih terjadi longsor susulan yang lebih besar dan kerusakan lebih parah. Setidaknya 50 – 60 hektar lahan pertanian dan perikanan tertimbun material berat seperti batu, kayu, pasir , dan lumpur , sehingga kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah , intake Air Bersih Pamsimas hancur dan akses air bersih lumpuh total, bendungan irigasi hilang tak berbekas dibawa air bah beserta material, 4 batang aia (sungai) dan 4 jembatan tertimbun dan rata dengan lahan sekitarnya, jalan kabupaten sepanjang lebih kurang 700 meter tidak bisa dilalui kendaraan. Setidaknya 20 rumah tidak bisa ditempati karena dipenuhi material lumpur tanah dan pasir setinggi paha orang dewasa..
Posko tanggap darurat dan dapur umum pun didirikan atas inisiatif dan rasa peduli masyarakat Jorong Balai Belo dengan bahu membahu membantu korban terdampak , dibantu dukungan dari perantau yang diwadahi organisasi perantau, Ikatan Keluarga Balai Belo Membangun (IKBM) mulai Kamis (26/11).
Sejak Jum’at (27/11) pagi hujan mulai berhenti dan cuaca berangsur membaik, masyarakat jorong Balai Belo mulai bergotong royong membantu membersihkan rumah-rumah warga terdampak dari material longsor/galodo. Sebagian berusaha mencari alternatif untuk kebutuhan air bersih di hulu / bukit belakang kampung karena aliran air Pamsimas terputus.
Sampai Selasa (2/12) keadaan masih belum stabil, posko tanggap darurat dan dapur umum masih beroperasi sampai hari ke-11 terjadinya bencana tersebut, sebagian pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing dan masyarakat membantu membersihkan rumah terdampak. Alat berat sudah dikerahkan berada di jorong Balai Belo untuk memperbaiki aliran air sungai , jembatan dan jalan yang tertimbun material untuk beberapa hari ke depan.
“Kami berharap perhatian dan bantuan dari semua pihak untuk pemulihan pasca bencana , mengingat banyaknya warga yang gagal panen padi dan lahan pertanian yang hancur hingga sangat sulit untuk diolah kembali,”demikian diungkapkan Ketua Umum IKBM, Ir. Elvi Roza, MT, IPU, CSE., Dt. Batuah kepada wartawan Top Satu, Kamis (4/12).
Ditambahkannya, dampak galodo di Jorong Balai Belo, adalah, intake air bersih, bendungan, jalan kabupaten tertimbun material sepanjang 650 meter, sawah 50 – 60 hektar, kolam ikan 2 hektar dan palawija sekitar 5 hektar,
Bantuan yang telah diterima dari berbagai pihak dan sudah didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan yang sudah diterima di antaranya . Bantuan dari perantau Balai Belo melalui organisasi IKBM (Ikatan Keluarga Balai Belo Membangun) untuk kebutuhan dapur umum sebesar lebih kurang Rp 45 juta yang dikoordinir langsung oleh ketua IKBM. Dari Dinas Sosial melalui nagari berupa 23 paket sembako, Ormas Salimah 23 paket sembako, BPBD berupa dapur umum melayani 90 bungkus nasi per hari selama 4 hari, Baznas Agam bantuan beras 100 kg , telur 5 krat , minyak goreng 20 kg, kecamatan Tanjung Raya bantuan beras 23 kg dan mie instan 6 kardus
7 dan alumni SMAN 1 Maninjau. bantuan beras 40 kg dan mie instan 2 kardus.
Walinagari Koto Kaciak, Syawaldi dan Wali Jorong Balai Belo, Dafri. F. Putra berharap Pemkab segera membantu memulihkan inftrastruktur yang telah hancur melalui penanganan pasca bencana agar penderitaan masyarakat dapat segera berakhir, terutama untuk pembangunan kembali bendung dan saluran irigasi limau puruik agar masyarakat bisa kembali sawah mereka.
Membangun kembali intake sarana air bersih yang hancur total. Memperbaiki jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah. Menormalisasi aliran sungai utama di jorong Balai Belo yaitu, Banda Guntuang, Banda Sitabo dan Banda Kasai. (Mas)












