KAMPUNG DALAM – Jembatan Tandikek di Korong Kampung Tanjung, Nagari Campago, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, rusak berat setelah dihantam arus air akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (14/8) sore hingga malam.
Jembatan yang berada di jalur utama Basung–Pariaman itu merupakan salah satu akses vital bagi masyarakat Kecamatan V Koto. Setiap hari, ratusan kendaraan melintasi jembatan tersebut untuk berbagai keperluan.
Kerusakan jembatan dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat apabila tidak segera ditangani Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Dampaknya tidak hanya terhadap mobilitas warga, tetapi juga aktivitas ekonomi, terutama masyarakat yang membawa hasil bumi untuk dijual ke Pariaman.
Gangguan akses juga berpotensi dirasakan pelajar dan pegawai yang setiap hari menggunakan jembatan tersebut. Di antaranya siswa SMPN 1 Kampung Dalam, MTsN 3 Padang Pariaman, SMAN 1 Kampung Dalam serta sejumlah sekolah dasar di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung kondisi Jembatan Tandikek pada Sabtu (15/8).
“Saya dan anggota telah meninjau Jembatan Tandikek yang kondisinya rusak berat. Tonggak penyangga lepas dihantam air karena hujan lebat,” ujar Emri.
Selain kerusakan Jembatan Tandikek, BPBD Padang Pariaman juga menerima laporan bencana di Nagari Sikucur Utara. Dua titik dilaporkan mengalami longsor yang menyebabkan rumah warga tertimpa material tanah dari tebing.
Emri menjelaskan, posisi rumah warga yang terdampak berada dekat dengan tebing sehingga rentan terkena longsoran saat hujan deras.
“Untuk laporan jembatan rusak dan longsor yang kami terima saat ini baru dari Kecamatan V Koto. Sedangkan di daerah lain juga ada laporan rumah warga yang terendam air,” katanya.
BPBD Padang Pariaman terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah wilayah yang terdampak hujan deras dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di sekitar tebing dan daerah rawan banjir. (agus)












