PARIAMAN – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang Pariaman lakukan sosialisasi iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU). Kegiatan dibuka Walikota Pariaman Yota Balad di aula balaikota, Senin (2/3).
Di samping sosialisasi, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan jaminan kematian kepada ahli waris peserta yang telah meninggal dunia. Penyerahan santunan ini juga dihadiri Wakil Walikota Pariaman Mulyadi.
Yota Balad menekankan pentingnya jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kota Pariaman. Karena pekerja mandiri seperti pedagang, petani, nelayan, hingga pengemudi ojek, risiko pekerjaannya dapat terjadi kapan saja dan di manapun.
“Pemerintah Kota Pariaman terus mendorong agar seluruh pekerja BPU warga Kota Pariaman terdaftar dalam program JKK dan JKM dengan gratis, karena telah ditanggung pemerintah Kota Pariaman. Tidak hanya itu, Kita juga telah memiliki inovasi “Tuwai Ketan” (Satu Pegawai Satu Pekerja Rentan) yang BPJS Ketenagakerjaannya ditanggung ASN di lingkungan Pemko Pariaman. Hal ini bukan sekadar kewajiban iuran, tapi bentuk kasih sayang kita kepada keluarga agar mereka memiliki jaring pengaman ekonomi jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Karena Pemko Pariaman telah menjalin kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan maka peserta BPU yang meninggal dunia telah diserahkan santunan kematian kepada lima orang ahli waris sebagai bukti nyata manfaat program, yaitu tiga dari Petugas Keagamaan dan Lembaga Adat serta dua ahli waris dari Pekerja Rentan (Program Tuwai Ketan). Melalui kegiatan ini, diharapkan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Pariaman terus meningkat dan tidak ada lagi pekerja warga Pariaman yang merasa cemas akan masa depan keluarganya saat sedang mengadu nasib di lapangan.
Semantara itu, Kepala BPJS ketenagakerjaan Cabang Padang Pariaman, Herry Asmanto memberikan apresiasi atas kerjasama dan kepedulian Pemerintah Kota Pariaman terhadap warga Kota Pariaman yang memiliki pekerja rentan.
“Melalui kegiatan ini, peserta yang hadir dapat menjadi ‘perpanjangan tangan’ kami untuk mengedukasi masyarakat di lingkungan masing-masing. Marilah kita bekerja dengan tenang dan nyaman karena sudah ada perlindungan yang pasti, “ tutupnya. (agus)












