Jejak Roda KUR BRI: Andri Sulap Keahlian Servis Motor Jadi Bengkel Mandiri di Solok

Andri, 36 tahun saat memperbaiki motor pelanggannya. Ist

 

SOLOK – Bermula dari keahliannya memperbaiki sepeda motor panggilan di pelosok Kabupaten Solok, Andri (37) kini menjelma menjadi seorang pengusaha bengkel sukses.

Beebekal keberanian mengambil pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI pada tahun 2017, Andri berhasil mendirikan bengkel lengkap dengan berbagai suku cadang di Jalan Solok – Sawahlunto, tepatnya setelah Pertamina Saok Laweh.

Kisah inspiratif Andri ini bermula setelah ia lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Minimnya lapangan pekerjaan tak membuatnya patah semangat. Ia mengambil inisiatif untuk menawarkan jasa servis motor panggilan kepada warga di kampung-kampung sekitar Solok. “Setelah tamat SMK, saya belum mendapat pekerjaan. Akhirnya saya berinisiatif menjadi pekerja bengkel panggilan untuk warga kampung,” kenang Andri.

Profesi sebagai montir panggilan ia lakoni hingga tahun 2017. Keterbatasan modal menjadi kendala utama untuk mendirikan bengkel impiannya. Namun, semangat wirausaha Andri tak padam. Ia memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR ke Bank BRI.

“Saya memanfaatkan fasilitas KUR BRI pada tahun 2017 dan memulai usaha dengan mendirikan bengkel di jalur lintas Solok-Sawahlunto hingga saat ini,” ungkapnya, kepada Topsatu.com, 23 April 2025.

Keputusan Andri untuk memanfaatkan KUR BRI terbukti menjadi titik balik dalam hidupnya. Kini, bengkel miliknya telah berkembang pesat. Tak hanya memiliki pelanggan setia, Andri juga mempekerjakan beberapa mekanik dan menyediakan suku cadang sepeda motor yang lengkap.

Baca Juga  Bank Nagari Dukung Perlindungan 1.488 Pekerja UMKM Binaan Melalui Program BPJS Ketenagakerjaan

“Alhamdulillah, sekarang bengkel saya ramai pelanggan, punya beberapa mekanik, dan onderdil motornya juga lengkap,” ujarnya dengan rasa syukur.

Melihat dampak positif KUR BRI terhadap usahanya, Andri berharap Bank BRI terus berinovasi dan memberikan kesempatan serupa kepada lulusan SMK lainnya yang memiliki potensi untuk berwirausaha.

“KUR BRI sangat membantu saya. Saya berharap teman-teman tamatan SMK yang belum bekerja juga berani memulai usaha dengan modal dari KUR BRI ini,” pungkas Andri, memberikan semangat bagi generasi muda untuk berani menjadi pengusaha.

KUR BRI: Kunci Pemberdayaan UMKM Sumbar

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus menjadi andalan BRI Regional Office (RO) Padang dalam memajukan sektor UMKM di Sumatera Barat. Pada tahun 2024, BRI RO Padang mencatatkan penyaluran KUR mikro yang signifikan, mencapai Rp 5,143 triliun kepada 119.865 pelaku usaha. Mayoritas penerima KUR ini bergerak di sektor vital seperti pertanian dan perdagangan, menunjukkan kontribusi KUR dalam menggerakkan roda perekonomian регионал.

Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI RO Padang, Riza Pahlevi, menegaskan komitmen BRI untuk terus memperluas jangkauan KUR. “Meskipun kuota penyaluran KUR mikro ditetapkan dari pusat, kami di BRI RO Padang memiliki strategi yang solid untuk memastikan KUR dapat diakses oleh sebanyak mungkin UMKM yang membutuhkan,” ujarnya. Strategi ini meliputi pemasaran aktif kepada nasabah BRI, sinergi dengan berbagai pihak seperti pemerintah daerah dan BUMN untuk menjangkau UMKM binaan, serta pemanfaatan media informasi secara optimal.

Baca Juga  BRI Cabang Payakumbuh Perkuat Kemitraan Kelembagaan dengan PT PLN Payakumbuh

Lebih lanjut, Riza Pahlevi menyoroti kemudahan yang ditawarkan KUR BRI. “Kami memahami betul tantangan yang dihadapi UMKM, terutama terkait keterbatasan agunan. KUR hadir sebagai solusi dengan persyaratan yang lebih ringan, suku bunga yang sangat kompetitif mulai dari 3%, dan plafond pinjaman yang cukup besar hingga Rp 500 juta,” jelasnya. Fleksibilitas jangka waktu pengembalian, hingga 3 tahun untuk modal kerja dan 5 tahun untuk investasi, juga menjadi nilai tambah yang signifikan bagi pelaku UMKM.

Keberhasilan penyaluran KUR BRI RO Padang juga diiringi dengan kualitas kredit yang terjaga. “Rasio kredit macet (NPL) KUR kami per akhir Desember 2024 hanya sebesar 2,22%. Ini membuktikan bahwa KUR disalurkan kepada UMKM yang produktif dan memiliki komitmen yang baik dalam mengelola pinjaman,” pungkas Bapak Riza Pahlevi. Yunisma