Instruktur Vokasi Noviar Bagikan Formula Inovasi Produk Turunan Kopi Bantjah

PADANG – Sektor kuliner dan olahan kopi terus mengalami perkembangan pesat seiring dengan tingginya minat pasar terhadap inovasi produk baru. Memanfaatkan peluang tersebut, para petani Kopi Bantjah mendapatkan pembekalan teknik vokasi pengolahan kopi dari pakar kuliner di Padang, Rabu (22/7/2026).

Pelatihan yang diinisiasi PT Semen Padang ini menghadirkan narasumber utama Noviar, seorang instruktur dari Royal Asia College, lembaga pelatihan vokasi terkemuka di bidang kuliner dan perhotelan Kota Padang. Materi difokuskan pada aspek praktis pengolahan pascapanen hingga siap jual.

Dalam pemaparannya, Noviar membedah secara mendalam berbagai peluang pengembangan produk turunan Kopi Bantjah yang belum banyak digarap oleh petani lokal. Peserta diajarkan teknik pengolahan yang tepat agar karakteristik rasa khas dari Kopi Bantjah tetap terjaga meski telah diolah.

Baca Juga  Sejak Awal Agustus, Polda Sumbar Tindak 201 Kasus Perjudian 

Suasana pelatihan berlangsung dinamis saat Noviar memandu sesi praktik langsung. Para peserta tampak antusias mencoba berbagai variasi inovasi produk, mulai dari olahan minuman kreatif, bahan baku kuliner, hingga teknik pengemasan yang memenuhi standar mutu pasar.

Noviar menjelaskan bahwa selain aspek rasa, estetika pengemasan (packaging) dan branding menjadi faktor krusial dalam menentukan nilai jual suatu produk di pasar modern. Produk yang dikemas secara rapi dan higienis akan memiliki daya tarik lebih tinggi di mata konsumen.

“Transfer pengetahuan ini penting agar para peserta mampu menghasilkan produk-produk yang lebih inovatif, memiliki daya saing tinggi, serta mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang,” ungkap Noviar di sela-sela demonstrasi olahan.

Baca Juga  Workshop PT Semen Padang Sukses Produksi Shell Kiln Narogong 2 Senilai Rp3,8 Miliar Dalam 19 Hari

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman tentang strategi pemasaran yang efektif, baik secara konvensional maupun digital. Penguasaan alur distribusi ini dipandang krusial agar produk olahan Kopi Bantjah tidak berhenti di tingkat produksi saja, tetapi mampu menembus ritel modern.

Melalui pendekatan vokasi dan praktik industri ini, diharapkan muncul unit-unit usaha baru berbasis Kopi Bantjah di masyarakat. Inovasi dari bangku pelatihan ini menjadi modal berharga bagi para petani untuk menciptakan kemandirian ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan. (*)