Hotel Axana dan Rumah Warga di Simpang Haru Terbakar

Petugas memadamkan api

 

PADANG – Selang waktu empat jam dua peristiwa kebakaran terjadi di Kota Padang, masing-masing di sebuah hotel berbintang dan kawasan pemukiman padat penduduk. Meski menimbulkan kerugian material mencapai hampir satu miliar rupiah, berkat kesigapan petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kebakaran pertama terjadi di Hotel Axana yang berlokasi di Jalan Bundo Kanduang, Kecamatan Padang Selatan, pada Selasa malam (3/6/2025). Laporan diterima pada pukul 23.58 WIB, dan dalam waktu kurang dari satu menit, empat unit armada pemadam segera dikerahkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan total pada pukul 00.40 WIB.

“Kebakaran melanda ruang meeting ballroom seluas kurang lebih 250 meter persegi. Tidak ada korban luka maupun jiwa. Kerugian material ditaksir mencapai Rp400 juta,” ungkap Kepala Bidang Operasional Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, saat dikonfirmasi.

Baca Juga  Gubernur Harapkan Bantuan Kominfo, Masih Banyak Daerah Blank Spot di Sumbar

Sebanyak 20 karyawan hotel dan sekitar 100 tamu sempat dievakuasi. Meski berada di kawasan padat penduduk dan di tepi jalan utama, api tidak sempat merambat ke bangunan lainnya. Nilai aset yang berhasil diselamatkan ditaksir mencapai Rp6 miliar.

Saksi mata, Iyan Fuandra Purba, menyatakan bahwa dirinya melihat asap dan api muncul dari area belakang videotron di ruang ballroom sebelum akhirnya melapor ke pos damkar terdekat.

Sementara itu, kebakaran kedua terjadi pada Rabu (4/6/2025) sekitar pukul 03.25 WIB di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Gadih Rantih No.21, Kelurahan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur. Kali ini, api menghanguskan dua unit rumah milik warga, dengan luas terbakar mencapai 350 meter persegi.

Baca Juga  Beli Perdana IM3 Ooredoo Bisa Dapat Motor

Tujuh unit armada dengan 75 personel dikerahkan dalam kejadian ini. Api berhasil dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 04.20 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, total kerugian material mencapai sekitar Rp500 juta, dengan potensi kerusakan terhadap lima bangunan hunian lainnya.

“Situasi di lokasi cukup menantang karena berada di lingkungan padat dengan akses jalan yang sempit. Namun, berkat kerja sama tim dan bantuan dari pihak kepolisian serta PLN, api berhasil dipadamkan tanpa merambat lebih luas,” jelas Rinaldi.

Kedua kejadian ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut karena penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau dan di wilayah dengan kepadatan bangunan tinggi. (der)