Hindari KLB, Program Polio Diluncurkan

Payakumbuh – Crash Program Polio dan Posyandu Prima secara resmi dilaunching di Kota Payakumbuh. Program itu diluncurkan dilatar belakangi adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio di Provinsi Aceh pada bulan November silam, yang mengakibatkan terjadinya kelumpuhan pada anak.

Walikota Payakumbuh Rida Anadan, secara resmi melaunching pelaksanaannya di Payakumbuh. Kepada wartawan, Senin (6/3), Wako Rida mengatakan, mengingat Sumbar bertetangga dengan Aceh dengan cakupan imunisasi polio yang masih rendah, maka dikhawatirkan kasus Polio di Aceh akan dapat menular ke Sumbar.

“Kami mengharapkan kita semua dapat melaksanakan imunisasi Polio secara serentak. Dimana jumlah sasaran anak usia 0-59 bulan di Kota Payakumbuh adalah 8.932 dan target yang harus kita capai adalah 95 persen,” ujarnya, usai launching program itu di Kelurahan Ompang Tanah Sirah.

Baca Juga  Sementara Pemko Payakumbuh tak Beri Izin Baralek

Selain itu, Wako Rida juga meminta dukungan dari berbagai pihak seperti Kemenag, dinas pendidikan, kecamatan, kelurahan, PKK, RT/RW, kader dan tokoh masyarakat, serta organisasi profesi kesehatan untuk suksesnya Crash Program Polio di Payakumbuh. “Kami mengharapkan semua unsur dapat mendukung pelaksanaan Crash Program Polio dan pelaksanaan transformasi pelayanan kesehatan primer dalam bentuk Posyandu Prima ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Wawan Sofianto, yang dihubungi, mengatakan, kegiatan imunisasi Polio akan dilaksanakan selama tujuh hari kedepan untuk mencegah penularan virus polio. “Kegiatan ini dimulai hari ini dan dilakukan selama tujuh hari dan sweeping selama lima hari dalam bentuk imunisasi polio tetes (OPV) pada anak berusia 0-59 bulan dan polio suntik (IPV) bagi balita berusia 4-59 bulan, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya,” ucapnya. 207