LUBUK BASUNG – Hingga Rabu (13/5) ada tiga warga Agam yang positif Covid-19 berdasarkan hasil swab yang dilakukan Laboratorium Biomedik Universitas Andalas Padang dan Laboratorium Balai Venteriner Baso terhadap sampel yang dikirim oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Agam.
Juru bicara tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Kabupaten Agam, Khasman Zaini menjelaskan, tiga warga Agam positif Covid-19 itu adalah, “CM” perempuan warga Lubuk Basung pegawai tata Usaha (TU) RSUD Lubuk Basung yang merupakan pengembangan dari hasil tracking cluster dari “WM” saat ini yang bersangkutan menjalani perawatan di Padang.
Selanjutnya, “RI” peria warga Nagari Salo, Kecamatan Baso, merupakan pelaku perjalanan naik truk dari Bekasi ke Dharmasraya. Kemudian dari Dharmasraya naik travel ke Bukittinggi, sampai di Salo Kecamatan Baso Selasa (5/5) langsung dikarantina di PSDM Baso dan sekarang yang bersangkutan sudah dirawat di Padang.
Kemudian “RD” warga Nagari Ampang Gadang Kecamatan Ampek Angkek sebagai perawat di RSAM Bukittinggi dan saat ini yang bersangkutan sudah menjalani perawatan di RSAM Bukittinggi.
“Kita berharap dan berdoa, semoga pandemik wabah Covid-19 di Kabupaten Agam umumnya Sumatera Barat segera berakhir,” harap Khasman Zaini.
Disebutkan, jumlah warga Agam yang positif Covid-19 meningkat menjadi 17 orang dari 14 orang sebelumnya, tambahan tiga orang yang positif covid tersebut dialami dua tenaga medis dan satu lagi masyarakat.
“Dari 17 orang terindikasi positif Covid -19 sebanyak 5 orang sedang menjalani perawatan di RSAM Bukittinggi, sedangkan yang 12 orang lagi menjalani isolasi di BPKPSDM Padang Besi,” katanya.
Adapun warga yang terkena virus tersebut, terdiri dari Kecamatan Canduang 1 orang, Baso 10, Ampek Angkek 3 dan Kecamatan Lubuk Basung 3 orang. Sedangkan data lainnya, jelas Khasman Zaini, Orang Tanpa Gelaja (OTG) 400 orang dan ODP 36 dan PDP 4 orang.
Pemerintah Kabupaten Agam melalui GTP2 Covid-19 terus menerus menangani masalah tersebut bekerjasama dengan stakeholder terkait, sehingga dapat mengurangi penyebaran virus corona di tengah tengah masyarakat. Dengan cara melakukan sosialisasi, pemberian bantuan peralatan medis, bantuan sembako dan lainnya. (Kasnadi.NP)












