Payakumbuh – Memasuki hari pertama puasa Ramadhan, sejumlah kebutuhan pokok di Kota Payakumbuh masih terpantau stabil. Sejumlah kebutuhan pokok yang sempat mengalami kenaikan harga, masih dikategorikan normal karena masih terbeli oleh masyarakat. Selain itu, ketersediaan stok barang kebutuhan pokok itu juga masih aman hingga lebaran mendatang.
Walikota Payakumbuh Rida Ananda, kepada wartawan, Kamis (23/3), mengatakan, dirinya bersama unsur Forkopimda Payakumbuh memantau ketersediaan kebutuhan pokok di Payakumbuh menjelang bulan suci Ramadhan 1444 Hijriyah ini. Menurutnya, dirinya bersama tim melakukan pengecekan dimulai dari tingkat distributor sampai ke pengecer. Juga terkait ketersedian stok hingga harga jualnya ke masyarakat. “Dari pantauan kami tadi untuk stok insya Allah aman sampai lebaran nanti,” ujarnya.
Disampaikan Rida, untuk harga sendiri masih tergolong stabil. Cuma ada kenaikan di beberapa komoditi. Namun kenaikan harga itu tidak terlalu signifikan dan masih terjangkau oleh masyarakat. “Kenaikan harga terjadi pada telur dan daging ayam. Tadi kata pedagang, kenaikan terjadi seminggu terakhir ini. Karena harga pakan ayam melambung, sehingga mempengaruhi harga terlur dan daging ayam. Sedangkan untuk harga cabe, bawang merah, bawang putih, daging dan beras masih stabil,” tambahnya.
Selain itu, Wako juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, untuk membeli kebutuhan sesuai kebutuhan. Jangan terlalu berlebihan, karena mubazir itu tidak baik. “Kita harapkan masyarakat berbelanja jangan terlalu berlebihan. Kan saat ini harga di pasaran cukup stabil dan stok kita pun cukup sampai lebaran nanti. Jadi janganlah untuk menumpuk barang kebutuhan itu di rumah,” himbaunya.
Sementara itu, Kapolres Payakumbuh AKBP Wahyuni Sri Lestari, secara terpisah, mengatakan, pihaknya bersama Pemko Payakumbuh terus melakukan pemantau ketersedian stok pangan di Payakumbuh. “Kita selalu pantau, insya Allah untuk stok kebutuhan cukup sampai lebaran nanti. Harapan kita tidak yang menimbun stok pangan ini, baik oleh masyarakat maupun oleh pedagang,” ucapnya.
Salah seorang pedangang di Pasar Tradisional Ibuh Meri, yang ditemui wartawan, mengakui, menjelang Ramadhan tahun ini daya beli masyarakat sedikit menurun dibandingkan tahun lalu. “Jelang Ramadhan tahun ini ada sedikit penurunan daya beli masyarakat. Mungkin awal puasa ini jatuh pada tanggal tua. Mudah-mudahan beberapa hari kedepan akan bergairah kembali,” ujarnya. 207












