Harga Gambir tak Naik, Petani Diminta Bentuk Asosiasi

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumbar mendorong petani gambir di Sumbar untuk asosiasiĀ  agar harga tidak selalu dipermainkan pihak lain. Selain itu, Pemprov Sumbar juga berupaya untuk membuka pasar gambir baru di Maroko.

“Karena dari kunjungan pak gubernur ke Maroko ada peluang membuka pasar gambir,”sebut Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumbar, Heri Nofiardi, Kamis (12/7/2018).

Dikatakannya, gambir adalah komiditi yang 80 persen produksinya berasal dari Sumbar. Sementara, petani gambir masih saja menjerit karena rendahnya harga gambir. Parahnya harga ditetapkan oleh pedagang.

Baca Juga  Android Terpapar Serangan Zero Day, Ponsel Ini Terdampak

“Mereka susah payah, tapi harga yang menentukan pedagang. Ini harus menjadi perhatian kita,” katanya.

Menurutnya, dengan terbentuknya asosiasi petani gambir, pemerintah dapat mendukung penguatan harga gambir. “Kalau ada asosiasinya, pemerintah dapat menguatkan,”katanya.

Sebelumnya, Asosiasi Komoditi Gambir Indonesia (AKGI) berharap pemerintah membentuk badan penyangga harga gambir agar nilai jual komoditas tersebut stabil terutama di tingkat petani.

“Kalau ada badan penyangga yang ditetapkan oleh pemerintah daerah, maka pihak lain tidak bisa mempermainkan harga gambir ini karena sudah ada ketetapan dan perlindungannya,” kata Ketua AKGI, Ramal Saleh.

Baca Juga  Plafon Rp100 Juta Proses Cepat, Tabel Pinjaman KUR Bank Mandiri Bunga Ringan 2024

Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sumbar, harga gambir saat iniĀ  berkisar Rp34 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Angka tersebut jauh di bawah harga jual komoditas gambir yang sempat mencapai Rp135 ribu per kilogram pada September 2017. (yose)