Gubernur Sumbar Usulkan Wakaf Pohon bagi Pengantin, Apresiasi Dukungan Semen Padang di Gerakan Sejuta Pohon

PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi meluncurkan Gerakan Sejuta Pohon sebagai upaya rehabilitasi lingkungan pascabencana banjir dan longsor. Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi memberikan apresiasi tinggi kepada PT Semen Padang yang menyuplai 10 ribu bibit Kaliandra. Menurut Gubernur, dukungan dari BUMN sangat memperkuat gerakan ini, mengingat Kaliandra merupakan tanaman multifungsi yang berpotensi sebagai sumber energi terbarukan.

Gubernur Mahyeldi juga melontarkan ide inovatif dengan mengusulkan kebijakan penghijauan berbasis keagamaan di Sumatera Barat. Ia merencanakan aturan wakaf minimal dua bibit pohon bagi setiap pasangan calon pengantin yang akan menikah. Rencana ini akan segera dikoordinasikan dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama agar menanam pohon menjadi bagian dari syarat sosial dalam membangun rumah tangga baru di Sumbar.

“Kita ingin gerakan menanam ini menjadi masif. Bayangkan jika setiap pengantin mewakafkan pohon, maka kelestarian alam kita akan terjaga secara otomatis,” kata Mahyeldi, Kamis (22/1/2026). Ia menekankan bahwa rehabilitasi hutan pascabencana tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa, melainkan butuh terobosan kebijakan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat keluarga.

Baca Juga  PT Semen Padang Bekali 450 Peserta Magang Juli 2026 Penguatan Kompetensi dan Budaya K3

Senada dengan Gubernur, Pj Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, menyatakan bahwa penghijauan di hulu sungai adalah kunci utama menekan risiko bencana hidrometeorologi. Kota Padang saat ini menghadapi dilema serius; selain ancaman banjir, terdapat 121 titik yang mengalami kekeringan akibat rusaknya jaringan irigasi pascabencana. Penanaman pohon di kawasan hutan diharapkan dapat menormalkan kembali siklus air di wilayah tersebut.

Raju menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor yang terjalin dalam gerakan ini merupakan model yang ideal untuk penanganan dampak lanjutan bencana. Kerusakan sungai-sungai kecil di Padang telah mengganggu pasokan air bersih warga, sehingga reboisasi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi harga mati. Pemerintah Kota Padang berkomitmen mendukung penuh teknis penanaman pohon di lima segmen wilayah yang telah ditetapkan.

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Gadang, Koto Tangah ini menjadi simbol bangkitnya kesadaran ekologis di ibu kota provinsi. Gubernur berharap gerakan ini tidak berhenti di Kota Padang saja, melainkan menjalar ke seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Peran aktif komunitas lingkungan dan mahasiswa dalam acara ini dipuji sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap masa depan bumi.

Baca Juga  Developer Solok Puji Efisiensi SEPABLOCK, Dua Unit Rumah Siap Diluncurkan 1 Desember 2025

Selain fungsi ekologis, Gubernur Mahyeldi juga menyoroti potensi ekonomi dari gerakan ini. Pohon-pohon produktif seperti durian, petai, dan jengkol yang ditanam akan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat di masa depan. Integrasi antara kelestarian alam dan kesejahteraan ekonomi menjadi visi utama dalam rehabilitasi lingkungan yang diusung Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Penyerahan bibit secara simbolis di Pemandian Jembatan Sitapuang menandai babak baru penataan kawasan hijau di Padang. Gubernur mengajak seluruh instansi pemerintah dan swasta untuk mencontoh langkah PT Semen Padang dalam memberikan dukungan nyata. Dengan sinergi yang kuat, target satu juta pohon diyakini bukan sekadar angka, melainkan kenyataan yang akan menghijaukan kembali Sumatera Barat. (*)