Payakumbuh – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Payakumbuh, gelar sosialisasi pengarustamaan gender bagi LPM, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Kegiatan itu bertempat di Kantor Lurah Sawah Padang Auakuniang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Senin (7/8).
Kegiatan itu dimoderatori Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada DP3AP2KB Betri Yetti, terkait sosialisasi dalam upaya pembangunan keluarga dengan penekanan pentingnya penguatan ketahanan keluarga. Selain itu, turut dibekali oleh tiga orang narasumber, terdiri dari Kepala Dinas P3AP2KB Agustion, Dinas Pendidikan Syafni Hasni dan TP-PKK Wirdawati, dan dihadiri oleh Babhinkamtibmas Zulkifli, beserta jajaran dari DP3AP2KB Kota Payakumbuh.
Kabid Pemberdayaan Perempuan Betri Yetti, kepada wartawan, mengatakan, sosialisasi bertujuan sebagai langkah awal pengenalan Pengarusutamaan Gender agar nantinya dapat diimplementasikan di masyarakat. “Dimana acara ini dibuka oleh Plt. Lurah Sawah Padang Auakuniang (Sapaku) Nazirwan dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kadis DP3AP2KB Agustion, yang menyampaikan tujuan dari Pengarusutamaan Gender di masyarakat. Jika dilihat dari maknanya, pengarustamaan gender merupakan persamaan derajat perempuan nusantara yang mendedikasikan intelektualitas, gagasan dan perjuangannya untuk mendobrak ketidakadilan yang dihadapi,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas P3AP2KB Kota Payakumbuh Agustion, saat membuka kegiatan itu, mentakan, tujuan penyelenggaraan sosialiasi pengarusutamaan gender dalam mewujudkan peningkatan kualitas keluarga Kota Payakumbuh tahun 2023 adalah untuk mencapai kesetaraan, keadilan gender pada sejumlah aspek kehidupan manusia dan mewujudkan keluarga yang berkualitas dan harmonis.
“Tujuan lainnya yakni meningkatkan kerjasama dan koordinasi antar lembaga pemerintah dan lembaga masyarakat dalam pembinaan ketahanan keluarga serta meningkatkan kualitas keluarga dalam mewujudkan kesetaraan gender dalam kelurga dan masyarakat. Kesetaraan gender juga merujuk kepada suatu keadaan setara antara laki-laki dan perempuan dalam pemenuhan hak dan kewajiban,” ucapnya.
Disampaikannya, pengarusutamaan gender merupakan isu lintas bidang yang mewarnai seluruh kebijakan program dan kegiatan semua instansi daerah, dibutuhkan rencana aksi daerah yang strategis dengan implementasi yang berkesinambungan dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat. Pembangunan keluarga menjadi salah satu isu pembangunan nasional, dengan penekanan pada pentingnya penguatan ketahanan keluarga.
“Dengan adanya sosialiasi pada hari ini, diharapkan dapat menjadi motivasi dalam melaksanakan pembangunan ketahanan keluarga di lingkungan masing-masing. Sehingga mampu bergerak bersama di dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga Indonesia khususnya di Kota Payakumbuh,” tambahnya. 207












