Gembong Hipnotis Lintas Provinsi Ditangkap Korbannya Di Bukittinggi

  • Whatsapp
Kapolsek Bukittinggi, Kompol Zahari Almi, memperlihatkan foto lima gembong pelaku hipnotis, dua di antara mereka sudah diamankan di Polsek Bukittinggi (asrial gindo)
BUKITINGGI– Dua dari limba gembong pelaku hipnotis lintas provinsi berhasil ditangkap di Bukittinggi. Kedua pelaku itu masing masing, Muhammad Anwar (46), pria kelahiran Makasar yang berdomisi di Garut dan Swardi Suar (65), warga kelahiran Pariman yang berdomisili di Medan.
Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana, melalui Kapolsek Kota Kompol Zahari Almi mengatakan, Komplotan sebenarnya berjumlah 5 orang yang terdiri dari empat orang pria dan satu wanita, namun yang baru berhasil di amankan dua orang, sedangkan tiga orang lainya berhasil kabur dengan kendaraan umum.
Kedua pelaku itu ditanggkap sendiri oleh korbannya,  saat itu pelaku sedang melancarkan aksinya kepada calon korbannya di Hokki Store Bukittinggi, Rabu (11/7).
“Pelaku ditangkap Oktawiranda sewaktu pelaku sedang mengincar calon korban. Oktawiranda masih ingat dengan pelaku karena ia pernah menjadi korbannya. Oktawiranda berteriak sehingga menjadi pusat perhatian pengunjung,” kata Zahari kepada kepada wartawan di Polsek Kota, kemaren (12/7).
Ia menjelaskan, dua orang pelaku berhasil ditangkap itu kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian.
Menurut Azhari, selama menjalankan aksinya, pelaku sudah berhasil merampas ratusan juta harta korbannya dengan modus mengaku sebagai  investor dari Malaysia, yang sedang mencari telur Asin sebanyak 10 ribu butir yang hendak di ekspor ke Malaysia. Jika modus pelaku tidak berhasil maka pelaku mengaku sebagai penjual batu Mustika dengan logat bahasa Melayu dan Brunei.
Azhari menambahkan, korbannya tidak hanya di Sumbar saja melainkan dari Medan dan dari Riau. “Dari laporan yang kami terima pelaku beraksi di Padang di tiga tempat, di Jalan Arengka Pekanbaru 2 tempat dan di Bukittinggi 7 tempat. Itu laporan yang masuk, diperkirakan masih banyak korban yang belum melapor,” ulasnya.
Ia menjelaskan, dari pengunjung Pasar Banto Bukittinggi mereka berhasil menghipnotis korban dan mendapatkan uang sebesar Rp175 juta, pengunjung Ramayana Rp45 juta, pengunjung Supermarket Chaniago Padang Rp48 juta dan korban di Pekanbaru Rp15 juta, pengunjung Hokki Store Rp3 juta.
“Jadi korban mereka ini adalah pengunjung plaza dan supermarket. Pelaku berlagak sebagai pengusaha dengan membujuk korban. Kemudian korban diajak naik mobil pelaku, selanjutnya M. Anwar yang ahli hipnotis menapuk badan korban akibatnya semua kemauan pelaku dituruti korban. Kita berharap korban pelaku hipnotis dapat melapor ke pihak kepolisian” ulasnya. (gindo)

Pos terkait