Gas Melon di Selatpanjang Kosong Total, Begini Kata Disperindag

SELATPANJANG – Terkait kosongnya gas melon atau gas 3 kilogram di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, begini kata Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepulauan Meranti. Disebutkannya, hal itu dipicu oleh tidak masuknya gas melon dari salah satu agen.

Seperti yang ditegaskan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kepulauan Meranti, Marwan yang dikonfirmasi, Rabu (1/10/2025).

Disebutkannya jika sesuai jadwal, seharusnya agen gas milik Zulkarnain sudah masuk pekan lalu. Namun dengan alasan kapal pengangkut miliknya sedang docking, sehingga tidak bisa memasukkan gas sesuai jadwal.

Baca Juga  Terkait Kenaikan Harga Tiket, Pengusaha MV Batam Jet dan MV Dumai Ekspress Kabur

“Agen Zulkarnain ini menjadi yang terbesar di Meranti. Kita sudah koordinasi agar bisa mencari alternatif pengangkutan menggunakan kapal lain, namun pihak Agen Zulkarnain belum merespon. Bahkan, terkesan abai,” ungkapnya.

Ditambahkan Sekretaris Disperindag, Miftaloit bahwa Agen Zulkarnain terkesan tidak peduli terhadap persoalan kelangkaan gas yang terjadi akibat ulahnya. Mereka sudah berusaha agar bagaimana mencari solusi lain, agar gas tersebut bisa diangkut segera memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun hingga kini tidak digubris sama sekali.

“Kita akan segera berkoordinasi dengan pihak Pertamina. Supaya dapat membantu mengatasi kelangkaan akibat Agen Zulkarnain abai,” sebutnya.

Baca Juga  Total Tunda Bayar Pemkab Meranti Tahun 2024 dan 2025, Rp125 Miliar

Lebih jauh, Miftaloit juga akan mencoba merekomendasikan kepada pihak Pertamina agar dapat mengevaluasi agen-agen yang tidak memperdulikan persoalan gas yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat saat ini. Sehingga kedepan tidak terjadi lagi kelangkaan seperti saat ini.

“Yang menjadi korban adalah masyarakat. Saat ini banyak masyarakat mengeluhkan kelangkaan gas ini. Dan situasi ini tidak baik. Karena dapat memicu oknum pangkalan yang berada dibawah agen untuk memainkan harga nantinya. Yang dirugikan tentu saja masyarakat,” terangnya. ***