SELATPANJANG – Perbaikan tiga unit pembangkit di PLN ULP Selatpanjang telah selesai dikerjakan. Bahkan sudah dikoneksikan kembali untuk memberikan daya listrik kepada masyarakat.
Namun, setelah 3 mesin pembangkit itu bagus dan mengembalikan daya sebesar 3 MW, giliran 2 mesin pembangkit lainnya yang mengalami kerusakan. Sehingga harus kehilangan daya sekitar 1,2 Mega Watt (MW).
Seperti yang diinformasikan Manajer PLN ULP Selatpanjang, Dalie Priasmoro, Senin (11/8/2025).
Disebutkannya skema pemadaman bergilir masih menjadi opsi saat ini, khususnya pada pemakaian beban puncak.
“Total daya dari seluruh mesin kita menacapai 13 MW. Kemarin tiga pembangkit rusak. Setelah berhasil diperbaiki, kini dua pembangkit yang lain mengalami kerusakan. Dengan begitu kita kehilangan sekitar 1,2,” katanya.
Dalie merincikan dua pembangkit yang baru rusak berkapasitas 700 KVa dan 500 KVa. Ia mengestimasikan waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan dua pembangkit ini sekitar 30 hari kerja.
“Mudah-mudahan, paling lama sebulan kedepan bisa kembali baik,” tambahnya.
Lebih jauh, Dalie menuturkan pemadaman nantinya dilakukan sebagai upaya terakhir. Namun jika memang bisa di backup oleh pembangkit, tidak akan dilakukan pemadaman.
Sebab, beban daya listrik di Kota Selatpanjang dan sekitarnya sebesar 11,7 MW sampai dengan 12,5 MW. Jika saat cuaca panas, kapasitas pemakaian akan maksimal. Tetapi saat kondisi cuaca dingin atau hujan, maka pemakaian listrik masyarakat akan menurun.
Pewarta: Ahmad Yuliar












