Garap Pasar Pakan Ternak dan Sawit, PT Semen Padang Kembangkan Produk Kalsium Karbonat

PADANG – Guna menangkap peluang besar di sektor agribisnis dan peternakan yang terus tumbuh pesat, PT Semen Padang mulai menonjolkan inovasi produk hilir terbarunya. Perusahaan kini gencar mengembangkan lini produk kalsium karbonat (calcium carbonate) dan biji kalsium sebagai diversifikasi usaha nonsemen. Langkah inovatif ini diharapkan mampu menyerap potensi pasar luar semen yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Pakar Agribisnis Universitas Andalas, Prof. Dr. Ir. Helmi, MSc., menilai inovasi pemanfaatan kalsium karbonat untuk sektor perkebunan kelapa sawit dan tambak udang adalah langkah yang sangat jitu. Karakteristik kimia batuan kapur mutu tinggi milik Semen Padang diyakini sangat efektif untuk mengondisikan tingkat kesuburan tanah dan kualitas air.

“Tanah perkebunan sawit di Sumatra banyak yang memiliki tingkat keasaman tinggi atau pH rendah. Kehadiran produk kalsium karbonat lokal dengan harga kompetitif pasti akan sangat diminati oleh perusahaan perkebunan untuk mendongkrak produktivitas TBS mereka,” urai Prof. Helmi saat dimintai tanggapan.

Baca Juga  MPP Bukittinggi Resmi Terdaftar di Kemenpan-RB

Potensi pasar yang masif ini direspons cepat oleh jajaran Departemen Bisnis Non Semen & Produk Turunan (BNSPT) PT Semen Padang. Lini produk kalsium karbonat ini dirancang khusus untuk memenuhi spesifikasi kebutuhan sektor pertanian hulu serta para petambak udang modern yang membutuhkan kestabilan pH air kolam.

Kepala Departemen BNSPT PT Semen Padang, Ridwan Muchtar, menegaskan bahwa pengembangan varian produk baru ini merupakan bagian dari cetak biru jangka panjang perusahaan. Diversifikasi ini bertujuan untuk memperluas portofolio bisnis nonsemen yang memiliki nilai tambah tinggi serta prospek pasar berkelanjutan.

“Selain kalsium karbonat, BNSPT juga mengembangkan produk biji kalsium yang ditujukan sebagai bahan pembuatan pakan ternak. Untuk mendukung pengembangan pasar produk tersebut, BNSPT telah melakukan komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar di industri pakan ternak nasional,” kata Ridwan.

Baca Juga  Enam Pejabat Tinggi di Padang Pariaman Resmi Dilantik

Lebih lanjut, Ridwan mengungkapkan bahwa komunikasi intensif terus berjalan dengan raksasa industri pakan ternak Indonesia, seperti PT Charoen Pokphand Indonesia dan PT Japfa Comfeed Indonesia. Kalsium berukuran mikro sangat dibutuhkan oleh industri pakan sebagai suplemen esensial penguat struktur tulang dan cangkang telur unggas.

Dengan memanfaatkan bahan baku batu kapur berkualitas prima dari bukit tambang mereka, PT Semen Padang optimistis dapat memproduksi kalsium karbonat dengan tingkat kemurnian tinggi. Penetrasi ke pasar pakan ternak dan sektor kelapa sawit ini ditargetkan menjadi mesin pencetak laba baru bagi korporasi pada masa depan. (*)