Kota Padang Darurat Sampah, PT Semen Padang Ubah Sampah Jadi Emas Hijau Lewat Budidaya Maggot

PADANG – Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Idris, mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi sampah di Kota Padang yang kini masuk kategori darurat. Pada 2024, timbunan sampah di kota ini mencapai 240.921 ton per tahun, atau sekitar 660 ton per hari.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan sampah organik, dengan sisa makanan mendominasi 45,32% dari total timbulan. Bahkan, di beberapa kawasan permukiman, proporsi sampah organik mencapai 80–94,42%.

“Jika tidak dikelola dengan baik, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan semakin terbebani, dan risiko pencemaran lingkungan akan meningkat tajam. Karena itu, PT Semen Padang mengambil langkah konkret dengan memanfaatkan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) untuk mengurai sampah organik,” jelas Idris, Selasa (16/9/2025).

Program budidaya maggot yang diinisiasi sejak 2024 ini kini dijalankan oleh KUBE Organic Feed, sebuah kelompok masyarakat dampingan PT Semen Padang yang juga mendapat dukungan riset dari Universitas Andalas.

Baca Juga  Pj Gubernur Jambi Apresiasi PT Semen Padang Bantu Bedah Rumah tak Layak Huni

Dalam program ini, sampah organik dipilah dan dicacah untuk dijadikan media budidaya maggot. Maggot hasil panen kemudian dijual sebagai pakan ikan karena kaya protein, sedangkan residunya (kasgot) dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk pertanian.

“Dengan pola ini, sampah organik tidak lagi menjadi masalah, tapi sumber daya baru. Siklusnya berputar: sampah menjadi maggot, maggot jadi pakan ikan, ikan dikonsumsi masyarakat, lalu kembali menghasilkan sampah organik. Ini loop ekonomi sirkular yang harmonis,” ungkap Idris.

Idris menjelaskan, dalam tiga bulan pertama pelaksanaan (September–November 2024), KUBE Organic Feed berhasil membukukan keuntungan bersih Rp12,98 juta. Hal ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

“Inovasi ini membuka peluang usaha baru. Petani, peternak ikan, hingga pelaku usaha pupuk organik kini memiliki sumber bahan baku yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga  Asri Mukhtar : Keluarga Besar PT Semen Padang Antusias Ikuti Minang Geopark Run 2023

Menurut Idris, program maggot ini menjadi bukti bahwa upaya pelestarian lingkungan bisa berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal. Dengan dukungan perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, program ini memiliki potensi untuk terus berkembang.

“Tujuan utama kami adalah menciptakan solusi jangka panjang terhadap krisis sampah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jika dijalankan konsisten, program ini bisa menjadi model pengelolaan sampah nasional,” pungkas Idris.

Dengan langkah nyata ini, PT Semen Padang berharap mampu mengubah ancaman sampah menjadi “emas hijau” yang memberi manfaat bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Atas inovasi tu, PT Semen Padang berhasil meraih penghargaan Environmental & Social Innovation Award (ENSIA) 2025 dari PT Sucofindo.

Penghargaan tersebut diberikan atas program inovatif bertajuk “Revolusi Sampah Organik Menjadi Emas Hijau: Model Ekonomi Sirkular Budidaya Maggot PT Semen Padang untuk Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan Kota Padang.” (*)