PADANG – Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP) terus memperkuat pembinaan pelaku UMKM secara bertahap. Setelah memberikan dukungan pada aspek legalitas dan kualitas produk, FKIKSP kini mengarahkan pembinaan pada penguatan pemasaran digital.
Penasihat FKIKSP, Nilda Pri Gustari Akbar, mengatakan pembinaan UMKM dirancang untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing anggota yang menjalankan usaha. Program tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha dalam menghadapi perubahan teknologi dan perilaku konsumen.
Menurut Nilda, pada tahun sebelumnya FKIKSP telah memfasilitasi anggota dalam memenuhi berbagai kebutuhan legalitas usaha. Di antaranya penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT), dan sertifikasi halal.
Pelaku UMKM juga mendapatkan pelatihan fotografi produk untuk meningkatkan kualitas materi visual yang digunakan dalam promosi. Langkah tersebut menjadi fondasi sebelum peserta diarahkan pada strategi pemasaran digital yang lebih luas.
“Pada tahun ini, pembinaan dilanjutkan dengan penguatan kemampuan pemasaran digital. Fokus pelatihan diarahkan pada pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten promosi serta optimalisasi TikTok Live,” ujar Nilda.
Sebanyak 30 pelaku UMKM dari bidang kuliner, fesyen, dan kerajinan tangan mengikuti pelatihan Digital Marketing Training for UMKM: AI for Selling and TikTok Live Mastery. Peserta mendapatkan materi mengenai branding, media sosial, AI, hingga praktik penjualan digital.
Nilda menilai kemampuan memanfaatkan teknologi akan semakin penting bagi pelaku UMKM. Pemasaran digital dapat membantu usaha memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas sekaligus memperkuat identitas merek dan kepercayaan pelanggan.
Ia menegaskan strategi digital tetap perlu dipadukan dengan pemasaran konvensional. Dengan pendekatan tersebut, UMKM dapat menjaga konsumen yang sudah dimiliki sekaligus membuka peluang mendapatkan pelanggan baru melalui media sosial dan platform perdagangan elektronik.
FKIKSP menargetkan pembinaan berkelanjutan tersebut mampu membawa UMKM anggotanya naik kelas. Dalam jangka panjang, usaha binaan diharapkan semakin mandiri, inovatif, dan mampu memperluas pasar dari tingkat lokal menuju nasional hingga global. (*)












