Katanya, menyusur Sungai, Merekat Ketersambungan Warisan Budaya Indonesia” menjadi tema Ekspedisi Sungai Batanghari yang diikuti oleh 50 orang peserta. Mereka terdiri atas peneliti, akademisi, mahasiswa, dan komunitas budaya dari beberapa wilayah di Indonesia dan komunitas di sepanjang Sungai Batanghari.
” Ekspedisi Sungai Batanghari ini juga sebagai pembelajaran sejarah yang harus diketahui oleh masyarakat dan generasi muda, karena peserta Ekspedisi ini berasal dari berbagai kalangan profesi, peneliti dan mahasiswa se Indonesia. Mereka semua akan mencatat tentang potensi budaya yang ada di sepanjang Sungai Batanghari,” pungkasnya.
Kemudian Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat (Sumbar) juga menampilkan 14 artefak pada Festival Pamalayu Kenduri Swarnabhumi tersebut.
Koordinator Kelompok Kerja, Dokumentasi, dan Publikasi BPCB Sumbar, Ahmad Kusasi, mengatakan koleksi dan artefak yang dipamerkan adalah yang memiliki kesinambungan dengan sejarah Dharmasraya.
Selain membawa artefak, BPCB Sumbar juga membawa 15 koleksi replika prasasti diantaranya terdiri dari Arca, bangunan peralatan, dan hiasan. 14 artefak yang dipamerkan BPCB memiliki usia pertanggalan yang relatif antara abad 12 sampai 13. Namun untuk penemuannya ada yang di tahun 1997, 1999, dan terbaru 2019.
BPCB berharap pameran artefak dapat menjadi sarana edukasi bagi pengunjung untuk mengetahui tentang sejarah peninggalan purbakala di Kabupaten Dharmasraya.
” Ini menjadi wadah informasi bagi pengunjung khususnya masyarakat Dharmasraya, bahwasanya BPCB masih melestarikan dan menyimpan benda-benda seperti artefak yang menjadi sejarah Dharmasraya dimasa lalu,” pungkasnya. ( roni)












