“Hari ini kita belajar bagaimana dulunya para pendahulu kita bisa membawa budaya kita sampai ke Cina, Thailand dan lainnya. Ini yang selalu ditularkan oleh pendahulu kita yang ada di Dharmasraya,” terangnya.
Menurutnya, salah satu daya jual Dharmasraya adalah sejarah. Hal inilah yang harus dijaga dan tunjukkan ke Indonesia bahkan dunia. Bergerak dari Dharmasraya untuk menunjukkan persatuan serta keramahan orang Minangkabau. dalam Festival Pamalayu ini banyak hal yang bisa dipelajari soal sejarah yang menjadi pedoman anak bangsa.
” Diharapkan pula kegiatan Festival Pamalayu menumbuhkan semangat semua pihak untuk mempelajari sejarah dan peradaban masa lalu Dharmasraya bahwa kita adalah bangsa yang besar sekaligus promosi di tingkat nasional dan internasional,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Perlindungan Kebudayaan Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi(Kemendikbud Ristek), Irini Dewi menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan bagian rangkaian kegiatan Kenduri Swarnabhumi, dan salah satu upaya bersama untuk memajukan kebudayaan, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keterhubungan antara sungai dan peradaban, serta menjaga ekosistem sungai di daerah aliran sungai (DAS) Batanghari.
Menurutnya, melalui Kenduri Swarnabhumi, Kemendikbud Ristek bersama masyarakat dan pemerintah daerah berupaya untuk menggerakkan kesadaran harmoni sungai dan peradaban yang semakin penting untuk dirawat dengan kearifan berbasis budaya.












