Padang –Â Kendati pemerintah pusat melalui Inpres No.1 Tahun 2025 menerapkan efisiensi anggaran, namun khusus di bidang pendidikan di Kota Padang tak terganggu dalam Proses Belajar Mengajar (PBM).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova kepada Singgalang baru-baru ini menyebutkan, yang dikurangi kegiatan seremonial. Sementara itu program yang mendukung program pemerintah pusat dan Walikota Padang terpilih akan tetap dikencangkan.
“Kita memastikan efesiensi anggaran yang ditetapkan pemerintah pusat tidak berdampak terhadap proses belajar mengajar di Kota Padang,” kata Yopi Krislova.
Sementara itu, perbaikan sarana prasarana yang tidak mendesak ditunda terlebih dulu.
Dikatakannya, kebutuhan mendasar seperti listrik, air dan internet juga seperti biasa tak terkena dampak efisiensi. Begitu juga gaji 13 dan 14 juga tidak terpengaruh dengan efisiensi anggaran.
Begitupun terkait guru honorer, dipastikan tidak terdampak dengan kebijakan efesiensi anggaran tersebut.
Menurutnya, saat ini ada sekitar 150 honorer di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang yang sedang menunggu proses pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). (wal)












