SELATPANJANG – Sebanyak dua nelayan Kepulauan Meranti yang meninggal saat mencari rezki di laut akan diberikan santunan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti sedang mencari waktu yang tepat agar santunan dapat diserahkan secara langsung kepada ahli waris atau keluarga yang ditinggalkan.
Kepala Dinas Perikanan Kepulauan Meranti, Ahmad Yani yang dikonfirmasi, Kamis (25/9/2025) mengungkapkan bahwa dua orang nelayan yang akan diberikan santunan tersebut diantaranya, Nizar, Nelayan asal Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir. Dimana ia belum ditemukan hingga kini setelah saat melaut ditabrak tugboat pada 30 Agustus 2025 sekitar pukul 01.00 Wib.
Kemudian, Solikin, Warga Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pulau Merbau, meninggal dunia saat melaut 20 September 2025.
“Ada dua nelayan kita di Meranti yang meninggal dunia saat melaut. Kita akan berikan santunan kepada ahli waris dan keluarga yang telah ditinggalkan,” katanya.
Ahmad Yani menyebutkan saat ini proses pengajuan klaim sudah dilakukan kepada BRI dan BPJS. Dalam proses penyerahan santuan, ditargetkannya bisa dilakukan oleh Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (purn) H Asmar.
“Jika tidak ada halangan, penyerahan akan kita lakukan pada pertengahan Oktober 2025 nanti. Mudah-mudahan waktu bupati tersedia untuk penyerahan nantinya,” harapnya.
Kadiskan Meranti itu menegaskan juga nelayan yang meninggal dunia nantinya dapat santunan dari BPJS melalui dana pemda dan dana dari BRI Pusat.
Dalam lounching bulan Agustus lalu, tercatat 4.200 petani dan 700 nelayan telah terdaftar, ditambah target 1.000 nelayan baru.
Manfaat yang diberikan antara lain beasiswa hingga Rp81 juta, santunan kematian Rp74 juta, dan jaminan hari tua senilai Rp32,5 juta.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbar Riau Kepri, Henky Rhosidien, menegaskan program ini bukan sekadar perlindungan kerja, tetapi juga memberikan manfaat pendidikan.
“Kami ingin memastikan petani dan nelayan, beserta keluarganya mendapat rasa aman. Bahkan dalam hal pendidikan anak-anak mereka,” ucapnya.
Selain dari BPJS, juga terdapat program perlindungan nelayan melalui Coorporate Social Responsibility (CSR) bagi 1.000 nelayan di Kepulauan Meranti.
Pewarta: Ahmad Yuliar












