SELATPANJANG – Darwis (72), warga Desa Tenan, Kecamatan Tebingtinggi Barat dilaporkan hilang sejak Sabtu (6/9/2025). Ia menghilang saat menoreh getah di kebunnya sendiri. Dari pengakuan korban, ia dibawa ke dimensi lain.
Sekitar Pukul 08.00 Wib, menggunakan sepeda motornya, Darwis bersama sang istri pergi menoreh getah di kebun yang berjarak cukup jauh dari rumahnya. Setelah tiba di kebun, sang istri lebih dulu menuju ke kebun.
Karena kontur tanah gambut, Darwis berusaha mencari alas untuk memarkirkan kendaraannya. Supaya tidak amblas.
Sekitar 15 menit, sang suami tidak kunjung datang bergabung membuat istri khawatir. Setelah didatangi, ternyata suaminya tidak terlihat.
Lantas terus mencari ke parit dan bahkan kebun tetangga. Ia khawatir jikalau sang suami terlepeset masuk parit. Maklum sudah masuk usia senja.
Saat melihat terdapat baju sang suami berada di tanah dekat kebun tetangga, sang istri makin khawatir dan berusaha terus mencari. Karena umumnya petani kebun karet di sana selalu menggunakan baju berlapis-lapis.
Pencariannya sendirian tidak membuahkan hasil membuat sang istri makin panik. Ia kemudian meminta bantuan dari masyarakat Desa Tenan.
Kabar Darwis yang hilang di kebun getah tersebut akhirnya juga sampai ke Bhabinkantibmas setempat, Aiptu Suharyadi. Karena belum sampai 1×24 jam maka pencarian hanya melibatkan masyarakat dan pemdes setempat saja.
Pencarian dilakukan terus hingga senja. Memasuki malam hari, pencarian pun diistirahatkan. Keesokan harinya, setelah sudah melewati 24 jam, maka bantuan dari Badan SAR Nasional, kepolisian, TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akhirnya berdatangan.
Setidaknya 238 orang secara beramai-ramai melakukan pencarian terhadap Darwis. Dibawah komando Basarnas pencarian dilakukan dengan teknik esar. Dimana pola ini dilakukan dengan menyisir secara bersama-sama dengan jarak yang rapat.
“Pencarian pertama kita lakukan dengan pola esar dengan wilayah pencarian 0,25 kilometer dari titik lokasi hilangnya Darwis. Namun belum menemukan korban,” ungkap Kanit Basarnas Kepulauan Meranti, Prima Herrie Saputra, Senin (8/9/2025).
Pencarian kembali dihentikan saat memasuki malam hari. Tim beristirahat dan menginap di lokasi pencarian.
Namun tiba-tiba keeseokan harinya, Senin (8/9/2025) Darwis sudah kembali ke rumahnya. Saat pagi hari tim mendapatkan kabar bahwa Darwis diantar oleh salah satu warga Desa Tanjung, Khairudin (40) (desa tetangga) ke kediamannya di Desa Tenan.
Khairudin mengaku menemukan Darwis saat sedang menoreh getah (menyadap karet) di kebun miliknya. Tepatnya di belakang Surau Al Manar, Desa Tanjung.
Saat sedang menyadap, tiba-tiba Khairudin mendengarkan suara orang memanggil. Ia sempat menghiraukannya. Namun suara panggilan makin keras dan mendekat. Setelah dibalas, akhirnya Darwis ditemukan.
“Darwis ditemukan dalam kondisi lemas. Jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari lokasi ia dinyatakan hilang. Alas kaki yang digunakannya hanya tinggal sebelah,” kata Bhabin kantibmas, Aiptu Suharyadi.
Setelah diantar ke rumahnya oleh Khairudin, Darwis bercerita kepada petugas, bahwa saat akan memarkirkan sepeda motornya, ia melihat sepasang orang (pria dan wanita) sedang cekcok. Lantas ia mendatangi dengan maksud untuk melerai.
Namun tiba-tiba, sang wanita melirik dan mengajaknya untuk masuk ke dalam kebun lebih dalam. Bahkan dari gestur dan mimik wajahnya seperti tertarik kepada Darwis.
Seolah di hipnotis, Darwis mengikuti wanita tersebut untuk masuk lebih jauh ke dalam kebun karet. Setelah masuk terlihat ada kampung dengan ramai orang di dalam kebun getah tersebut. Bahkan seperti melaksanakan pesta.
Darwis juga ditawari makan dan ikut dalam pesta. Ia juga mengingat ia disuguhi makan daging pelanduk (kancil) dalam pesta tersebut.
Darwis juga bahkan melihat ada istana dalam kampung tersebut. Ia terlena dan tidak sadar sudah dua malam di acara pesta tersebut.
Dalam keasikan pesta tersebut, tiba-tiba saja Darwis teringat akan cucu nya. Ia lantas ingin kembali ke luar. Namun ia tidak menemukan jalan keluar.
Ia bahkan memanggil-manggil orang. Saat itulah panggilannya di dengar oleh Khairudin dan akhirnya mengantarkannya pulang.
“Pak Darwis mengaku berada di dimensi lain. Karena lokasi di dalam ceritanya hanya ada kebun karet. Tidak ada perkampungan, apalagi sampai melihat istana,” kata Aiptu Suharyadi.
“Ia mengaku menyadari sedang dicari dan dipanggil-panggil oleh tim pencari. Namun saat ia merespon panggilan, tim tidak mendengar suaranya. Bahkan seolah tidak melihat dirinya,” tambah Suharyadi.
Kini Darwis sudah kembali ke rumahnya dan kembali berkumpul bersama keluarganya. Untuk sementara waktu ia dilarang terlebih dahulu menoreh getah. Khawatir hilang kembali.
“Setelah ketemu, korban kami cek kesehatannya di Poskesdes. Dan hasilnya baik. Kini korban kami minta istirahat dan memulihkan pikirannya,” tambah Kanit Basarnas Prima.
Kanit Basarnas tersebut merincikan, sejumlah pihak yang membantu pencaria Darwis terdiri dari 25 orang anggota BPBD, 4 orang petugas Basarnas, 6 orang dari Polsek Tebingtinggi Barat, Koramil Tebingtinggi 3 orang dan masyarakat sebanyak 200 orang. ***












