SELATPANJANG – Pagi hari Sabtu (30/8/2025), warga di Selatpanjang dihebohkan dengan warga gantung diri, di Kampung Baru, Jalan, Ismail, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, Riau. Polisi masih menduga bunuh diri.
Jenazah WS (52) pertama kali ditemukan Pukul 06.00 Wib, oleh istrinya saat memasuki kamar mandi di rumahnya. Dengan keadaan panik, sang istri memberitahukan kejadian tersebut kepada tetangga depan rumahnya.
Dengan bantuan tetangga, berusaha menghubungi polisi, yang akhirnya tiba pukul 07.30 Wib. Polisi yang turun langsung mengidentifikasi situasi dan kondisi jenazah. Garis polisi pun dibentang agar Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak diusik selain petugas.
Polisi menemukan korban meninggal dengan keadaan tergantung dengan leher terjerat tali putih sepanjang 1,5 meter di kamar mandi. Setelah selesai mengidentifikasi di TKP, jenazah langsung dibawa ke RSUD setempat untuk di visum, atau pengecekan tubuh di dalam kamar mayat.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Faroqqi SIK MH melalui Kapolsek Tebingtinggi, Iptu Bakara mengakui bahwa hingga kini masih menduga kematian korban karena bunuh diri. “Jenazah sudah kita visum dan kembalikan kepada keluarga untuk segera dikebumikan,” ungkapnya.
Belum selesai menuntaskan masalah gantung diri, kabar penemuan mayat kembali dilaporkan kepada Polisi sekitar pukul 11.30 Wib. Kali ini di Jalan Pembangunan I, Selatpanjang Kota. Di sana mayat ditemukan mengapung di kolam tanah. Posisi mayat masih memegang mesin bor listrik yang terpasang.
Polisi menduga meninggal karena tersengat listrik. Analisa awal karena diatas kolam ada pekerjaan membuat rumah hidroponik menggunakan baja ringan. Posisi jenazah yang memegang bor seperti sedang merangkai baja ringan. Akibat kebocoran jaringan listrik dan terkena air membuat korban ikut tersengat. Ditambah lagi jatuh ke dalam kolam semakin menguatkan dugaan.
Polisi yang baru tiba, langsung mematikan jaringan listrik di TKP. Lalu mengidentifikasinya. Kemudian menginformasikan ke keluarga korban.
“Dugaan kami sementara akibat kecelakaan saat bekerja membuat rumah hidroponik di atas kolam tanah. Setelah kita identifikasi, langsung diserahkan kepada keluarga,” ujar Kapolsek Tebingtinggi.
Pewarta: Ahmad Yuliar












