BOGOR – Dosen Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) mengambil peran strategis dalam Workshop Internasional, Pelatihan Kompetensi, dan Musyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Program Studi Ilmu Lingkungan (PEPSILI) di Bogor, Kamis (3/9/2026).
Keterlibatan dosen UNP tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga dalam posisi penting pada pelaksanaan kongres dan proses pengambilan keputusan organisasi. Prof. Dr. Indang Dewata, M.Si., dipercaya sebagai Ketua Panitia Kongres PEPSILI sekaligus Ketua Tim Penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PEPSILI.
Sementara itu, Prof. Dr. Eri Barlian, M.S. mendapat kepercayaan memimpin sidang pleno dalam proses pemilihan kepengurusan PEPSILI.
Selain kedua dosen tersebut, empat dosen Ilmu Lingkungan UNP yang turut mengikuti kegiatan yakni Prof. Dr. Iswandi Umar, S.Pd., M.Si.; Prof. Dr. Nurhasan Syah, M.Pd.; Dr. dr. Elsa Yuniarti, M.Biomed., AIFO-K, CRP; dan Dr. Aulia Azhar, S.T., M.Si.
Menurut Prof. Dr. Indang Dewata, keterlibatan dosen UNP dalam forum tersebut menunjukkan kontribusi aktif UNP dalam pengembangan pendidikan dan keilmuan lingkungan di tingkat nasional.
“Forum ini penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komunikasi antarprogram studi Ilmu Lingkungan, baik dalam pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujar Indang.
Workshop internasional yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan mengangkat tema “From Knowledge to Action: Strengthening Environmental Management and Governance through Multi-Stakeholder Engagement”. Pembahasan berfokus pada penguatan pengelolaan dan tata kelola lingkungan melalui keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.
Munas PEPSILI diikuti ketua Program Studi Ilmu Lingkungan jenjang S1, S2, dan S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. PEPSILI saat ini memiliki sekitar 184 anggota dari berbagai perguruan tinggi.
Indang menilai forum tersebut memiliki arti penting bagi penguatan posisi program studi Ilmu Lingkungan sekaligus membuka peluang kolaborasi antarkampus.
“Dengan adanya komunikasi yang kuat, kita berharap dapat melahirkan kolaborasi konkret antarperguruan tinggi, baik dalam pengembangan kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun peningkatan kompetensi sumber daya manusia,” katanya.
Peran dosen UNP dalam forum tersebut sekaligus memperkuat kontribusi universitas dalam pengembangan pendidikan dan jejaring akademik bidang lingkungan. Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Bermutu) melalui peningkatan kompetensi akademik dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi. (Yen)












