Padangpariaman – Dosen Program Studi Teknik Mesin S1, Universitas Negeri Padang (UNP) sukses menerapkan teknologi tepat guna, berupa pembangkit listrik Pikohidro. Teknologi yang diterapkan ini dapat menghasilkan daya listrik 800 watt melalui turbin, dengan pemanfaatan sumber air lokal pembuangan irigasi sawah.
Penerapan pembangkit Listrik ini dilaksanakan di Nagari Sikucua Tengah, Padang Pariaman yang memiliki dataran yang tinggi. Implementasi teknologi tepat guna di masyarakat memungkinkan dilaksanakan, sehingga dapat membangun pengetahuan dan wawasan, sekaligus membantu dalam mengedukasi.
“Tujuan kegiatan Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN) dimaksud, dalam rangka membantu program pemerintah dalam percepatan pengembangan energi terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik yang dapat dilakukan dengan pemanfaatan potensi sumber air lokal atau sungai-sungai di sekitar masyarakat,” kata Ketua Kegiatan PIPN, Hendri Nurdin, Kamis (20/11/2025).
Ia mengatakan, tim yang beranggotakan Purwantono, Yolli Fernanda, Zainal Abadi dan Anna Niska Fauza, juga berkolaborasi dengan mahasiswa Prodi Teknik Mesin. Mitra kegiatan ini langsung diwadahi oleh Wali Nagari Sikucua Tengah, H. Edwarman.
“Keberhasilan merekayasa turbin air yang mampu menggerakkan generator listrik dengan putaran rendah, didukung sistem saluran air yang menggunakan pipa sepanjang 23 m dengan ketinggian head 7 m dialirkan dari bak penampungan yang memiliki debit air yang cukup. Efektifitas kinerja turbin air dapat mencapai 90%, sehingga membangkitkan listrik yang digunakan sebagai penerangan jalan dekat jembatan,” tambahnya.
Efek kegiatan ini sangat berdampak pada masyarakat, dimana selama ini mereka yang tinggal di lokasi dekat jembatan sungai, tidak memiliki penerangan lampu jalan, sehingga kalau malam ada rasa waswas untuk melewati jalan tersebut yang merupakan akses utama.
“Kami sangat bersyukur dan sangat berterima kasih, dengan adanya penerangan lampu jalan yang bersumber dari pembangkit listrik turbin air. Dibangun dari program pengabdian masyarakat dosen FT-UNP melalui program LPPM,” ujar Edwarman.
Ungkapan terima kasih juga datang dari masyarakat terhadap program ini. Mereka sangat mengapresiasi, dimana dapat membangun image masyarakat tentang pemanfaatan teknologi tepat guna untuk memanfaatkan sumber air lokal untuk membangkitkan listrik.
Terbangunnya wawasan masyarakat dalam mengembangkan kemampuan diri dengan potensi lingkungan yang dimiliki, menjadi keterjalinan hubungan antara dosen (pihak perguruan tinggi) dengan masyarakat. Dengan demikian penerapan iptek yang dilakukan ke masyarakat mitra menunjukkan suatu keberhasilan terhadap Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN) yang di bangun, sehingga berdampak bagi nagari Sikucua Tengah. (Hendri)












