Dishut Provinsi Sumbar dan Perusahaan Cegah Karhutla Sejak Dini

Wakil Bubernur, Audy Joinaldy meninjau perlengkapan pemadaman milik PT BRM.(ist)

SIJUNJUNG – Dalam rangka pencegahan dan kesiap-siagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat, melalui Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, mengadakan Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan tanggal 11 sampai 13 Juli 2022. Dipusatkan di Lapangan Sepak Bola, Nagari Muaro Takung, Jorong Sungai Sariak, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Ir. Audy Joinaldy.

Dalam sambutannya Audy Joinaldy menyebutkan bahwa jumlah titik panas di Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2022 ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Hingga Juni 2022 ini, tercatat 484 titik panas. Jumlah ini meningkat 167 persen dibandingkan dengan tahun 2021.

Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah Sumatera Barat telah melakukan beberapa langkah mitigasi Karhutla berupa optimalisasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), pengembangan aplikasi prediksi Karhutla secara temporal dan spasial dengan memancaatkan kecerdasan artifisial. Selain itu juga membangun kemitraan dengan TNI, Polri dan perusahaan-perusahaan perkebunan dan kehutanan seperti PT. Bukit Raya Mudisa (PT. BRM).

Wagub juga menjelaskan akan perlunya sosialisasi kepada masyarakat dan penggiat usaha tentang bahaya Karhutla dan mengubah kebiasaan metode membuka lahan dengan cara membakar.

Dalam amanatnya, Wagub mengajak seluruh lapisan masyarakat termasuk perusahaan agar mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumatera Barat.

Wagub memberikan apresiasi kepada Bupati Sijunjung, masyarakat Muaro Takung, PT BRM, seluruh panitia, undangan dan peserta yang telah mendukung dan mensukseskan acara Apel Siaga Karhutla Provinsi Sumatera Barat tahun 2022.

Diakhir acara, Wakil Gubernur didampingi oleh Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir S.STP, M.Si, Kapolres Sijunjung, AKBP Muhammad Ikhwan Lazuardi, SH, S.Ik, MH, Kadis Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Yozawardi S.Hut, M.Si, Dandin 0310/SSD, Letkol Inf. Endik Hendra Sandi, S.Sos, M.I.Pol dan jajaran undangan melakukan Peninjauan sarana dan prasarana yang dimiliki masing-masing UPTD Brigade KPHL dan PT. BRM.

Acara kemudian ditutup dengan simulasi pemadaman Karhutla yang dilakukan tim gabungan MPA, UPTD KPHL dan PT BRM.

Koordinator Fire Protection PT BRM, Yunan Helmi menyebutkan perusahaan sangat serius dengan isu Karhutla. Hal ini dibuktikan dengan sarana dan prasarana yang memadai dan tim pemadam terlatih yang siap diturunkan sewakti waktu jika terjadi kabakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Yozawardi menyebutkan ada tiga kabupaten di Sumatera Barat yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Yaitu, Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya dan Lima Puluh Kota. Yang paling rawan dan baru-baru ini terjadi adalah di Kabupaten Pesisir Selatan.
Saat ini tim sedang melakukan investigasi terhadapat penyebab kebakaran. Jika nanti terbukti adanya unsur kesengajaan maka akan dilakukan upaya penindakan secara hukum papar Yozawardi.

“Kami mengingatkan sesuai dengan tema kita, “mencegah lebih baik dari pada memadamkan”, sudah tidak zamannya lagi pantang pulang sebelum padam. Karena kalau sudah terjadi kebakaran, banyak pihak yang dirugikan,” pungkasnya. (roni)