Dibantu TP PKK, Udin Kini Bisa Mendengar Lagi

Bupati John Kenedy Azis dan Ketua Tim Penggerak PKK Padang Pariaman, Ny. Nita Cristanty Azis saat datang membantu Udin, seorang remaja di Nagari Lareh Nan Panjang Barat. -(Humas)
PARIK MALINTANG – Udin, remaja di Nagari Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman kini senang. Ia bersyukur atas bantuan alat bantu dengar yang diberikan pemerintah daerah bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten. Ya, kenapa tidak dengan alat bantu itu kini Udin bisa mendengar kembali.
 Menurut Udin, ia, ibu serta kakak perempuannya sudah bertahun-tahun mengalami gangguan pendengaran. Selama itu pulalah mereka hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat.
 Sekarang pemerintah hadir dalam kehidupan mereka yang hanya tinggal bertiga serumah. Tinggal di rumah sederhana. Pemerintah dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Pariaman telah membantu Udin, anak ibu Beyok itu dengan sebuah alat bantu pendengaran.
Dinas Kominfo Padang Pariaman merilis Bupati John Kenedy Azis bersama rombongan Pemerintah Kabupaten dan Tim Penggerak PKK mengunjungi langsung rumah keluarga tersebut pada Sabtu (14/3/2026) pagi.
Dalam kunjungan tersebut, bupati menyerahkan sekaligus memasangkan alat bantu dengar kepada Udin. Bantuan tersebut merupakan hasil donasi atau saweran yang dihimpun oleh Pemerintah Daerah bersama Tim Penggerak PKK serta para donatur yang tergerak untuk membantu.
Bupati JKA mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah dan masyarakat terhadap warga yang membutuhkan perhatian khusus. “Alhamdulillah hari ini kita bisa membantu Udin dengan alat bantu dengar. Semoga ini menjadi awal yang baik agar Udin dapat berkomunikasi lebih baik dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.
Setelah alat bantu dengar dipasangkan, Udin mulai dapat menangkap suara di sekitarnya dan perlahan mencoba berinteraksi dengan orang-orang di sekelilingnya. Momen tersebut menjadi saat yang penuh haru bagi keluarga yang selama ini berharap Udin dapat kembali mendengar.
Dokter spesialis yang menangani Udin, dr. Donny Hendriyanto, menjelaskan sebelumnya Udin didiagnosis mengalami gangguan pendengaran jenis sensorineural hearing loss. Tingkat kehilangan pendengaran yang dialami diperkirakan mencapai 70 hingga 80 desibel.
“Dengan alat bantu dengar ini, Udin mulai bisa menangkap suara. Namun ia tetap membutuhkan kontrol medis secara berkala serta terapi bicara agar kemampuan komunikasinya dapat berkembang lebih baik,” jelasnya.
Pemkab Padang Pariaman berharap bantuan tersebut tidak hanya membuka kembali dunia suara bagi Udin, tetapi juga menjadi langkah awal bagi kehidupan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarganya.
Melalui kolaborasi pemerintah, organisasi masyarakat, serta para donatur, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan mendapatkan perhatian dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. (drm)