Dharmasraya Dinilai tak Siap Layani Pasien Covid

Tim Pengawas Covid 19 Sumbar, Yosrisal saat memantau Covid Center Puskesmas Sialang, Kecamatan Pulau Punjung, Dharmasraya. ( roni aprianto )

PULAU PUNJUNG – Tim Pengawas Covid Sumatera Barat, Yosrisal melakukan pengecekan kesiapan Dharmasraya dalam penanganan Covid 19. Dalam pengecekan tersebut ditemukan fakta Dharmasraya belum siap menghadapi Covid- 19 ini. Belum siap dengan tenaga medis, sarana prasarana dan belum pendanaan.

Minggu (26/4) lalu, Juru Bicara Penanganan Covid 19 Dharmasraya, dr.Rahmadian mengumumkan, empat warga Dharmasraya, positif Covid 19. Selanjutnya, empat orang ini menjalani isolasi di Covid Center Puskesmas Sialang, Gunung Selasih, Kecamatan Pulau Punjung, mulai Minggu (26/4) malam.

Dalam menjalani isolasi ini, pasien mengaku kurang diperlakukan secara baik. Bahkan sarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK)  jauh dari layak, kotor dan berlumut.

“Selama kami di sini tidak pernah ditanya. Kami hanya dipantau lewat cctv,” cerita pasien S (51) saat bincang- bincang bersama Tim Pengawas Covid 19 Sumbar, Yosrisal di Covid Center Puskesmas Sialang, Nagari Gunung Selasih, Kecamatan Pulau Punjung, Kamis (30/4).nya tidak dikasih selimut.

Baca Juga  Malam ini, Nobar Semi Final Piala Asia U23 di Halaman Kantor Bupati Dharmasraya

S (51) dan teman- temannya juga mengaku tidak merasakan gejala seperti batuk, demam, sesak nafas atau seperti orang yang sedang terpapar virus corona.

” Karena pemerintah menyarankan kami untuk menjalani isolasi demi kebaikan bersama, kami mau. Tapi tolong perlakukan dengan baik,” pungkasnya.

Mendegar keluhan pasien ini, Tim Pengawas Covid 19 Sumbar, Yosrisal mempertanyakan kesiapan Dharmasraya dalam penanganan Covid 19 kepada dr. Nelvi Annisa yang betugas di Covid Center Puskesmas Sialang, Kecamatan Pulau Punjung.

“Apakah ruangan isolasi atau sarana prasarana yang ada di Covid Center ini sudah layak. Dan petugas medis dibekali SOP penanganan Covid- 19,” tegasnya.

dr. Nelvi Annisa mengakui ruangan isolasi di Covid Center Puskesmas Sialang, Kecamatan Pulau Punjung, memang tidak layak untuk merawat pasien positif Covid 19.

Baca Juga  Minim APD, Mulyadi Bantu Sembilan Puskesmas di Agam Barat

Terpisah Juru Bicara Penanganan Covid 19 Dharmasraya, dr.Rahmadian mengatakan, petugas medis tidak mungkin sering- sering ke dalam karena keterbatasan Alat Pelindung Diri ( APD). Di samping itu, mereka juga pasien orang tanpa gejala.

“Sejak hari pertama mereka dirawat, langsung mengontak saya. Apa yang mereka keluhkan langsung kita penuhi,” terang dr.Rahmadian.

Menurutnya, daerah yang sudah menyiapkan karantina di Padang dan Padang Panjang. Kalau mereka ditempatkan di sana, kasihan terlalu jauh dari keluarga.

” Kita selalu memikirkan mereka, walaupun kita juga tetap harus memotivasi petugas- petugas kita yang memang punya rasa takut dan itu manusiawi. Kita akan segera memindahkan mereka ke tempat yang baru,” pungkasnya. (roni)