PADANG – Pemain asing baru kabau sirah, Diego Mauricio, pemain asal Brasil ini masuk sebagai pemain pengganti saat SPFC melawan Persita di Stadion H. Agus Salim Padang, Minggu (8/2), Masuk menggantikan Kianz Froese pada babak kedua.
Dari menit awal anak asuh Dejan Antonic sangat kesulitan menciptakan gol ke gawang Persita hingga babak kedua. Serangan demi serangan tidak mebuahkan hasil. Bermian dengan formasi 4-3-3, menjadikan Gulermo sebagai striker tunggal, selalu gagal melesakan bola ke gawang Persita.
“Di awal kita memakai formasi 4-3-3 agar bermain menyerang dari lini tengah untuk menciptakan peluang, namun rapat nya pertahan Persita membuat kita kesulitan,” ucap Caoch Dejan saat konfrensi pers setalah pertandingan.
Namun, coach Dejan merubah formasi saat babak kedua, dengan menerapkan 4-4-2 dengan memakai dua striker, ada perubahan dalam menyerang, namun masih belum berhasil meciptakan goal.
“Ya di babak kedua kita merubah formasi 4-4-2, memakai dua striker untuk lebih nyerang agar meciptakan gol” tambah coach Dejan.
Hingga 90 menit waktu normal belum ada gol yang tercipta. Goal satu-satunya tercipta saat injury time 90+6 dari titik putih. Penalti di berikan untuk kabau sirah setelah wasit Muhammad Iqballuddin melakukan cek VAR adanya pelanggaran di dalam kotak penalti.
Diego Mauricio yang menjadi algojo penalti ke gawang Persita berhasil menciptakan gol pada debut nya untuk SPFC. Gol satu-satunya Diego Mauricio ini membuat kabau sirah meraih tiga poin untuk melanjutkan trend positif agar keluar dari zona degradasi. (DK)












