Dalam Hitungan Detik, Dua Ibu di Padang Pariaman Selamat dari Maut

Ibu yang selamat dari maut berkisah di depan bupati. (ist)
PARIK MALINTANG – Sepertinya, sejak jadi bupati tidak ada lagi istilah libur bagi H. John Kenedy Azis. Hari-harinya sibuk. Apalagi sejak adanya peristiwa banjir, tanah longsor dan angin puting beliung yang meluluhlantakan kehidupan masyarakat, beberapa waktu lalu. Ia terlihat benar-benar sudah tidak punya waktu buat berlibur.
Sabtu (5/12), misalnya. Bupati Padang Pariaman yang terbilang cukup dekat dengan masyarakat itu, pagi-pagi sudah bertolak dari Pandopo, Kota Pariaman untuk melihat warga yang terdampak tanah longsor di daerah Batu Aguang, Korong Kayu Mudo, Nagari Gunuang Padang Alai.
Di lokasi bencana, mata John Kenedy Azis sempat terlihat berkaca-kaca saat mendengar cerita warga terkait peristiwa longsor yang terjadi di Batu Aguang pada Kamis (27/11) dini hari lalu. Hanya dalam hitungan detik, dua ibu rumah tangga yang tadi tidur di surau (mushalla), bisa terhindar dari kematian.
“Allah-lah yang menggerakan, Pak. Kalau tidak, entahlah, apa yang akan terjadi. Bayangkan saja, mushalla tempat mereka tadi tidur, hancur terbawa longsor ke dalam jurang dengan kedalaman hampir 100 meter,” ujar seorang pemuda.
Peristiwa yang nyaris merenggut nyawah itu terjadi pada Kamis (27/11) dini hari, dua pekan lalu. Ketika itu, hujan yang sudah beberapa hari, turun begitu lebatnya, sehingga tanah di belakang rumah kedua wanita tersebut longsor.
Khawatir rumahnya akan ikut terbawa longsor, kedua wanita itupun memilih untuk tidur di mushala yang terletak di pinggir jalan dan tidak jauh dari rumahnya.
Semakin larut, hujan semakin deras, membuat kedua wanita tersebut sulit untuk tidur. Sekitar pukul setengah satu dini hari, mereka mendengar ada bunyi gesekan dari sendi-sendi bangunan mushala. Khawatir, mereka lalu keluar dan lari menjauh dari mushala.
Allah Maha Kuasa. Hanya dalam hitungan detik setelah sampai dekat pohon manggis, tiba-tiba mushala tempat mereka tadi tidur jatuh ke jurang berkedalaman lebih dari 100 meteer tersebut. Mushala Batu Aguang itu hancur tak berbentuk.
Selain mushala, longsor juga membawa badan jalan. Sekitar 65 meter panjang ruas jalan yang terban Bersama mushala. Akibatnya, puluhan jiwa atau sekitar tujuh rumah di Korong Kayu Mudo kini terisolasi.
Mendengar cerita warga, air mata John Kenedy Azis tampak berkaca-kaca. Selaku pribadi dan pemerintah daerah, dia pun mengucapkan selamat kepada kedua ibu rumah yang berhasil lolos dari banana.
Sementara, menanggapi harapan warga Batu Aguang, Bupati John Kenedy Azis mengatakan pemerintah daerah akan membantu pembukaan jalan baru, sebagai pengganti ruas jalan yang ambruk di Batu Aguang.  Ia minta agar masyarakat bersaabar dulu, sebab masih banyak yang terdampak bencana tahun ini.
Sebelumnya John Kenedy Azis juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Batu Aguang yang rukun dan saling membantu. Bahkan juga bersedia memberikan sebagian tanahnya buat membangun jalan baru.

Beberapa Titik

Dari Gunuang Padang Alai, Bupati Padang Pariaman meluncur pula ke Barangan dan Lurah Ampalu, yaitu untuk melihat warga yang rumahnya nyaris roboh tertimpa pohon serta ruas jalan yang tertimbun material longsor.
Kemudian dari Ampalu, meluncur lagi ke Korog Kampuang Dama, Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak. Disitu dia melihat banyaknya lahan pertanian yang rusak akibat banjir. (drm)