JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) kembali menorehkan prestasi gemilang di awal tahun 2026. Perusahaan raksasa semen ini berhasil menyabet penghargaan dari Museum Rekor – Dunia Indonesia (MURI) atas penyelenggaraan pelatihan tukang bangunan secara serentak di provinsi terbanyak.
Penghargaan ini diberikan setelah SIG sukses mengumpulkan 500 ahli bangunan untuk mengikuti program sertifikasi di lima wilayah sekaligus. Lokasi tersebut mencakup Kabupaten Bogor, Kota Palembang, Kota Bengkulu, Kota Malang, dan Kota Kendari pada Minggu (1/2/2026).
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menyatakan bahwa rekor ini adalah bukti nyata konsistensi perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional.
Baginya, penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan motivasi bagi seluruh Insan SIG untuk terus berinovasi memberikan nilai tambah bagi mitra.
Program ini mengusung tema ”Bangga Bangun Keahlian, Bangga Bangun Indonesia” sebagai refleksi semangat korporasi. SIG ingin memastikan bahwa pembangunan infrastruktur di tanah air didukung oleh tenaga kerja yang memiliki standar kompetensi tinggi dan diakui secara legal.
Tak berhenti di lima provinsi, SIG sudah menyiapkan rencana ekspansi program yang lebih masif. Target berikutnya adalah menjangkau lebih dari 100 kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan sasaran peserta mencapai 5.000 ahli bangunan.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari pengetahuan material semen hingga metode konstruksi efektif. Selain itu, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi poin utama yang ditekankan untuk menjamin keamanan di lapangan.
Pencapaian MURI ini juga mempertegas posisi SIG sebagai holding company yang menaungi merek-merek ternama seperti Semen Padang hingga Semen Baturaja. Sinergi antar brand ini terbukti ampuh dalam menggerakkan ekosistem konstruksi di tingkat nasional.
Dengan adanya rekor ini, SIG berharap industri konstruksi Indonesia semakin profesional. Langkah ini diharapkan menjadi pijakan kuat dalam mencetak SDM unggul guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045 yang dicanangkan pemerintah. (*)












