Bupati Padang Pariaman Ingatkan Da’i Berdakwah dengan Sejuk

Bupati JKA

PARIK MALINTANG – Para da’i yang tergabung dalam Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) diharapkan mampu menyampaikan dakwah secara menyejukkan dan membangun kenyamanan di tengah masyarakat. Hal ini disampaikan Bupati Padang Pariaman, H. John Kenedy Azis, saat memberikan arahan kepada pengurus Ikadi Padang Pariaman dan majelis taklim di Masjid Alhuda, Padang Manih, Nagari Campago, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Minggu (25/5).

“Seorang ustaz atau da’i boleh saja menyelipkan guyonan dalam ceramahnya. Tapi jangan sampai menyinggung atau menjadikan jemaah sebagai objek candaan. Hal seperti itu bisa menimbulkan ketidaknyamanan,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama ceramah adalah menyampaikan pesan agama dengan santun dan bijak, bukan untuk menghibur semata hingga mengorbankan perasaan pendengar.

“Ceramah seharusnya disampaikan dengan bahasa yang lembut dan menyejukkan. Jangan sampai karena terlalu bersemangat, seorang da’i melontarkan candaan yang menyasar individu tertentu dalam jemaah,” katanya.

Baca Juga  Babinsa Koramil 04/Sicincin Cek Kestabilan Harga

Dalam kesempatan tersebut, John Kenedy juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para da’i, ustaz, tuangku, serta organisasi seperti Ikadi, untuk bersama-sama membangun Padang Pariaman, tidak hanya dari segi infrastruktur, tetapi juga dalam bidang keagamaan, pendidikan, dan ekonomi.

Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba dan penyakit masyarakat (pekat) yang dapat merusak generasi muda. Sebagai langkah konkret, Pemkab Padang Pariaman bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai pembatasan waktu hiburan malam, yakni hanya sampai pukul 23.30 WIB.

“Kami tahu ada yang merasa dirugikan, seperti pemilik orgen tunggal. Mereka bilang satu grup bisa menghidupi sepuluh orang, dan ada sekitar 300 orgen di Padang Pariaman. Tapi kami tetap pada keputusan. SKB ini penting untuk melindungi ribuan generasi muda dari pengaruh negatif,” tegasnya.

Baca Juga  Ikadi Imbau Masyarakat Shalat Id di Rumah Saja

Sementara itu, Ketua IKADI Padang Pariaman, Masril Umar, MA, menyampaikan bahwa sejak berdiri pada 2009, IKADI konsisten menyuarakan dakwah yang moderat dan membawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin).

Program IKADI meliputi kajian rutin bulanan, itikaf, serta berbagai kegiatan sosial. Ia menyatakan kesiapan IKADI untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam membangun moral, sikap, dan perilaku masyarakat.

“Pemerintah saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari narkoba hingga penyimpangan seksual. IKADI siap menjadi mitra Pemkab Padang Pariaman dalam menghadapi tantangan tersebut,” pungkas Masril. (agus)