Oleh Roni Aprianto / Wartawan Madya
Saat ini Kabupaten Dharmasraya sudah berusia 21 tahun sejak memisahkan diri dari Kabupaten Sijunjung. Daerah ini terus berkembang seiring pemimpin yang datang silih berganti. Kini, bumi mekar Dharmasraya dipimpin oleh seorang perempuan bernama Annisa Suci Ramadhani.
Di era modern ini, pemimpin perempuan bukan lagi sesuatu yang baru. Dibeberapa daerah dan lembaga penting pemerintah dan swasta banyak perempuan dipercaya jadi orang nomor satu. Seiring kemajuan teknologi, masyarakat mendambakan sosok pemimpin yang tidak hanya cerdas dan visioner, tetapi juga memiliki ketegasan dalam bertindak. Ketegasan adalah fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan yang bersih, efektif, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Dalam konteks ini, nama Bupati Annisa layak mendapat sorotan sebagai pemimpin daerah yang tegas, berani, dan berdedikasi tinggi terhadap kemajuan daerah yang dipimpinnya.
Sejak awal dilantik, Bupati Annisa sudah menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pemimpin simbolik. Ia turun langsung ke lapangan, memantau jalannya program-program kerja, menyerap aspirasi masyarakat, dan yang paling penting berani mengambil keputusan meski penuh risiko politik. Langkah awalnya memperlihatkan semangat pembaruan dan kemauan kuat untuk memperbaiki sistem yang lebih baik.
Salah satu tindakan awal yang menjadi bukti ketegasannya adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahannya.
Tidak sedikit pejabat dan staf yang kewalahan mengikuti gerak cepat bupati ini. Bahkan ada yang mengundurkan diri dari jabatan lantaran tidak satu ritme. Ia ingin semua ASN bekerja optimal dan tidak terlibat dalam praktik-praktik tidak sehat. Meski langkah tegas Bupati Annisa sempat menimbulkan gejolak di internal, namun keberanian menegakkan disiplin dan integritas patut diapresiasi.
Ketegasan ini bukanlah bentuk otoritarianisme, melainkan langkah strategis untuk membangun budaya kerja yang profesional, transparan, dan akuntabel. Di bawah kepemimpinannya, disiplin ASN meningkat, pelayanan publik menjadi lebih cepat dan efisien.
Sikap tegas Bupati Annisa juga tidak mentoleransi korupsi, ini terlihat dalam upayanya memberantas korupsi dan pungutan liar di lingkungan pemerintah daerah. Ia juga menerbitkan surat edaran agar ASN tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun pada perayaan HUT ke 80 RI.
Ia dengan lugas memberikan sanksi kepada oknum yang terbukti melakukan pelanggaran, dengan men non aktifkan pejabat yang bersangkutan dari jabatannya. Salah satu contohnya adalah pegawai Bidang Perbendaharaan Badan Keuangan Daerah ( BKD) yang diduga KKN. Dirinya juga telah menyerahkan kasus tersebut kepada APH untuk ditindaklanjuti. Ini menunjukkan bahwa integritas bukan sekadar jargon, tetapi menjadi prinsip utama dalam kepemimpinannya.
Bupati Annisa juga mendorong sistem pelaporan masyarakat berbasis digital yang memungkinkan warga menyampaikan keluhan dan aduan secara langsung. Transparansi ini untuk melibatkan masyarakat menjadi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
Dalam hal keuangan daerah, Bupati Annisa tidak segan membatalkan pembelian mobil dinas untuk dirinya dan wakilnya. Keputusan ini menunjukkan keberpihakan yang jelas terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Ia menempatkan kepentingan rakyat di atas ambisi atau tekanan politik, sesuatu yang jarang dilakukan oleh banyak pemimpin daerah lainnya.
Kepemimpinan seperti yang ditunjukkan Bupati Annisa patut menjadi inspirasi, terutama di tengah krisis kepercayaan publik terhadap elite politik. Sosok seperti beliau membuktikan bahwa pemimpin perempuan pun mampu tampil kuat, berani, dan efektif dalam menjalankan tugasnya. Ia menunjukkan bahwa kekuasaan bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.
Dengan ketegasan yang terus ia pertahankan, Bupati Annisa membawa proses dalam membangun fondasi moral dan etika dalam pemerintahan. Masyarakat kini mulai kembali percaya bahwa harapan akan pemimpin yang jujur, adil, dan berani masih nyata.
Semoga keteladanan ini terus berlanjut dan bisa ditiru oleh pemimpin-pemimpin lain, baik di tingkat daerah maupun nasional. Karena negeri ini membutuhkan lebih banyak sosok seperti Bupati Annisa, pemimpin yang bukan hanya cerdas, tapi juga tegas dan berpihak pada rakyat. (roni)
Bupati Annisa












