Beruang Madu Masuk Permukiman, BBKSDA Riau Berhasil Evakuasi dan Lepasliarkan ke Hutan

PEKANBARU – Seekor beruang madu jantan (Helarctos malayanus) yang sempat meresahkan warga karena masuk ke kawasan permukiman di Desa Makmur Sejahtera, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, akhirnya berhasil dievakuasi dan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengungkapkan bahwa laporan dari masyarakat diterima pada Minggu malam, 18 Mei 2025, terkait kemunculan satwa dilindungi itu di sekitar pemukiman warga.

Tanggap atas laporan tersebut, tim BBKSDA langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan penanganan cepat di lapangan.

“Langkah awal yang kami ambil adalah memasang kandang jebak di lokasi terakhir terlihatnya beruang, dengan bantuan dari warga sekitar,” jelas Supartono, Senin (26/5/2025) sore.

Baca Juga  Cekcok dengan Kekasih Berujung Tragis, Pria di Pekanbaru Tewas Dikeroyok

Upaya pertama belum membuahkan hasil karena meskipun umpan habis, jebakan tak tertutup.

Tim lalu memperbaiki mekanisme pemicu jebakan agar lebih efektif dan aman bagi satwa.

Hasilnya membanggakan. Pada Rabu, 21 Mei 2025, seekor beruang madu jantan berhasil tertangkap dalam kondisi sehat.

Setelah melalui proses observasi awal, satwa tersebut langsung dilepasliarkan ke kawasan hutan konservasi di Provinsi Riau.

“Kami bersyukur prosesnya berjalan lancar. Keberhasilan ini tak lepas dari kerja sama erat antara pemerintah, aparat keamanan, mitra konservasi, dan masyarakat,” ujar Supartono.

Baca Juga  36 Motor Terlibat Balap Liar Disita Satlantas Polresta Pekanbaru

Tak hanya melakukan evakuasi, tim BBKSDA Riau juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga jarak aman dari satwa liar dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan. Warga diimbau untuk tidak berkegiatan sendirian di ladang pada jam-jam rawan dan segera melapor jika melihat satwa liar.

“Jika terjadi konflik dengan satwa dilindungi, masyarakat kami harap segera melapor ke BBKSDA Riau agar penanganan bisa dilakukan sesuai prosedur tanpa membahayakan siapa pun,” tegas Supartono.

Keberhasilan ini menjadi contoh sinergi nyata dalam upaya perlindungan satwa liar sekaligus menjaga keselamatan masyarakat.(thohir)