PEKANBARU— Pada zaman yang semakin maju saat ini, tentunya tak mudah untuk menjadi seorang pemimpin. Apalagi menjadi pemimpin dalam dunia kerja, tidak semata-mata ditentukan oleh jabatan. Karyawan perlu membangun kompetensi, komunikasi, inovasi hingga meningkatkan kontribusi yang dapat memberikan dampak bagi organisasi.
Hal tersebut disampaikan Pemimpin Divisi Usaha Syariah PT Bank Nagari, Heri Fitrianto, dalam sesi Leaderstalk pada kegiatan Bisnis Indonesia Goes to Campus (BGTC) 2026 di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).
Heri mengatakan setidaknya terdapat tiga tipe pekerja dalam sebuah organisasi.
Pertama, pencari nafkah yang datang bekerja, menyelesaikan tugas, kemudian pulang.
Kedua, seorang ahli yang tidak hanya menyelesaikan pekerjaan, tetapi mampu menata operasional hingga mengembangkan proyek dan menjadi profesional.
Sementara tipe ketiga adalah arsitek, yakni karyawan yang ikut menentukan seperti apa wajah dan arah perusahaan melalui kontribusi serta gagasan yang diberikan.
“Silakan pilih mau menjadi yang mana. Kalau menjadi arsitek perusahaan, Anda akan punya peluang untuk naik level,” ujar Heri, baru-baru ini.
Menurutnya, perjalanan karier tidak selalu berjalan mulus. Berbagai persoalan dan dinamika di lingkungan kerja merupakan bagian yang harus dihadapi. Karena itu, seseorang yang ingin berkembang sebagai pemimpin perlu membangun pengakuan melalui kontribusi nyata.
Heri menyebut sejumlah hal yang perlu dikembangkan, mulai dari meningkatkan kompetensi diri, membangun komunikasi yang efektif, menciptakan inovasi, hingga meninggalkan legacy atau warisan kontribusi dalam organisasi.
“Bagaimana kita bisa mendapatkan pengakuan sebagai leader? Tingkatkan kompetensi diri, komunikasi dengan efektif, buat inovasi, lalu tinggalkan legacy. Dengan begitu kita bisa naik level,” katanya.
Dia menambahkan, kemampuan tersebut juga penting dalam menghadapi berbagai dinamika dan intrik yang mungkin muncul di lingkungan kerja.
Menurutnya, fokus pada kompetensi dan kontribusi akan membantu seseorang tetap berkembang dalam perjalanan karier. Kepada generasi muda yang tengah mempersiapkan karier, Heri berpesan agar mereka berani menjadi diri sendiri ketika mendapatkan kesempatan memimpin.
Menurutnya, seorang pemimpin boleh memiliki tokoh panutan, tetapi tidak perlu meniru seluruh gaya kepemimpinannya. “Do what you can. Kalau jadi pemimpin, jadilah diri sendiri, jangan meniru orang lain. Patron boleh, tapi jangan tiru,” ujarnya.
Heri mengatakan pemimpin juga tidak semestinya hanya menunggu perubahan terjadi. Seorang pemimpin harus terus mendorong perkembangan, baik terhadap dirinya sendiri maupun lingkungan di sekitarnya.
“Pemimpin itu tidak menunggu, tetapi menuntut perkembangan setiap saat di lingkungan. Segala sesuatu perlu pengorbanan. Jadi pemimpin itu sosok yang berdampak, jangan sampai kehadiran kita diabaikan,” katanya.
Terpisah, Pemimpin Bank Nagari Cabang Pekanbaru Helfiyanrika menyebutkan, Bank Nagari merupakan salah satu sponsor pendukung BGTC 2026 di Pekanbaru ini. Selain itu juga ada dukungan dari berbagai perusahaan dan BUMN lain yang ada di Riau.(Soe)












