Oleh Roni Aprianto / Wartawan Madya
Hari beranjak sore seiring putaran jarum jam, pelan tapi pasti, pertanda sebentar lagi gelap bakal menjelang. Ratusan kendaraan sibuk hilir mudik menembus debu jalanan di Kota Padang. Tepat di Jalan M.Hatta No 14, Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, berdiri kokoh Rumah Gadang Kajang Padati Dt Rajo Ibrahim. Rumah Gadang itu merupakan salah satu pusaka sejarah di kota Padang.
Kamis 19 Juni 2025 rumah kebesaran Dt Rajo Ibrahim itu dihias cantik khas kearifan lokal Minangkabau. Dindingnya dibalut kain warna warni, hitam, kuning dan merah. Benar- benar sedap dipandang. Ruangannya pun ditata apik, ada kursi pelaminan, lengkap dengan pernak pernik nan indah. Tikar permadani berbulu tebal menambah nyaman suasana ruangan.
Di halaman Rumah Gadang tampak beberapa orang niniak mamak berpakaian hitam- hitam khas minangkabau. Ada pula sejumlah warga berpakaian sopan dan rapi. Sepintas mereka tampak sedang menunggu tamu yang sengaja diundang dalam kegiatan tersebut.
Benar saja, ketika Widya Navies Wakil Pemimpin Redaksi Surat Kabar Harian Singgalang dan Zul Efendi Pemimpin Redaksi Koran Harian Haluan bersama rombogan tiba disana. Mereka disambut dengan senyum ramah serta diiringi pantun selamat datang. Serupa dengan menyambut para pejabat pada umumnya. Nuansa khas budaya kearifan lokal minangkabau benar- benar terasa ketika itu.
Sesaat kemudian, para tamu dipersilakan memasuki ruangan yang telah dihias sangat cantik. Beragam jenis kuliner khas minangkabau pun telah disedikan tuan rumah, tersusun rapi. Sebelum makan dimulai, niniak mamak pun kembali melantunkan pantun pasambahan sesuai dengan budaya adat istiadat orang minang.
Ketika tak terbiasa, bagi sebagian orang mungkin akan terasa lama menunggu karena pantun itu diucapkan oleh dua orang yang saling berbalas. Lama hingga duduk bersila pun terasa penat. Tapi bagi orang minang, hal itu sudah menjadi budaya turun temurun. Usai berbalas pantun, para tamu undangan dipersilakan menikmati hidangan.
Bundo kanduang minang memang terkenal pandai memasak. Siapapun pasti akan memuji nikmatnya masakan orang minang. “Masakan orang padang sangat lezat,” ungkap Ainul Yaqin Corporate dan Marketing Communication Head Bank btpn syariah yang hadir pada cara makan bajamba itu bersama tokoh penting btpn syariah Sumbar, Erlita Libriyanti.
Ainul Yaqin memang sengaja jauh- jauh datang dari Jakarta untuk silaturahmi dengan tokoh adat Rumah Gadang Dt Rajo Ibrahim, bundo kanduang, masyarakat dan dengan Widya Navies Wakil Pemimpin Redaksi Surat Kabar Harian Singgalang dan Zul Efendi Pemimpin Redaksi Koran Harian Haluan beserta rombongan.
Usai menikmati hidangan tim btpn syariah menanyangka vidio tentang maksud dan tujuan Bank btpn Syariah hadir di tengah- tengah masyarakat. Dalam tayangan vidio itu diterangkan program- program, kegiatan serta keberhasilan btpn syariah ketika bersentuhan dengan masyarakat, khususnya kaum bundo kanduang ( kaum perempuan ) dari sabang sampai merauke.
Ainul Yaqin menambahkan, Bank btpn syariah sudah hadir di 2.650 kecamatan dari 26 Provinsi yang ada di Indonesia. btpn syariah menyediakan produk dan layanan keuangan berbasis syariah. Pembiayaan dan pendanaan, dengan tujuan memberdayakan masyarakat (perempuan ) yang belum tersentuh layanan perbankan konvensional.
“Kami memberikan akses layanan keuangan kepada masyarakat prasejahtera produktif, khususnya perempuan, yang belum terlayani oleh bank konvensional tanpa agunan,” terangnya.
Ia menambahkan, selain memberikan pembiayaan untuk modal usaha bagi nasabah, pihaknya juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada nasabah untuk membantu mereka mengembangkan usaha agar berdampak pada peningkatan ekonomi.
“Bank btpn syariah adalah solusi ekonomi kreatif,” jelasnya.
Erlita Libriyanti menambahkan, Bank btpn syariah melayani sampai ke pelosok negeri dengan tujuan membantu para kaum ibu untuk mengembangkan usahanya agar lebih produktif dan berkembang. Kaum ibu memiliki peran penting dalam penguatan ekonomi keluarga. Ketika perempuan berdaya, keluarga semakin kuat.
Pembiayaan modal usaha bagi kaum perempuan diberikan kepada kelompok kelompok produktif untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
“Sebelum modal usaha diberikan. Para kelompok diberikan pelatihan selama lima hari
dan pendampingan berkelanjutan untuk membantu mereka mengembangkan usaha,” terang perempuan yang akrab disapa Tata ini.
Lebih jauh Tata menerangkan, Bank btpn syariah mulai berdiri di Sumatera Barat pada tahun 2013 lalu. Hingga saat ini sudah
7.195 kelompok yang menjadi binaan btpn. Kelompok ini tersebar di 179 kecamatan yang ada di Sumbar.
“Bank btpn syariah terus berkomitmen untuk mewujudkan niat baik nasabah untuk membangun kehidupan yang sejahtera dengan pembiayaan ekonomi kreatif,” katanya.
Kegiatan tersebut juga di isi dengan sesi diskusi dan tanya jawab dan diakhiri dengan saling berjabat tangan. ( ***)












