Bangkitkan Wisata Sejarah Pagaruyung, Mahasiswa KKN UNP Revitalisasi Objek Wisata Luhak Nan Tigo 

BATUSANGKAR – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) Nagari Pagaruyung melakukan aksi nyata dalam menggerakan dan mempromosikan kembali potensi objek wisata budaya serta sejarah situs Luhak Nan Tigo di Nagari Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar.

Objek wisata sejarah yang menjadi salah satu identitas peradaban Minangkabau ini sebelumnya sempat sepi pengunjung akibat minimnya media literasi sejarah dan keterbatasan sarana petunjuk jalan di lokasi situs.

Melihat kondisi tersbut, tim mahasiswa KKN UNP bergerak melakukan aksi gotong royong membersihkan area sekitar Kawasan Luhak Nan Tigo, measang plang petunjuk jalan untuk memudahkan akses wisatawan, serta merancang dan meresmikan papan informasi edukasi wisata berukuran 110 x 80 cm.

Edukasi Sejarah dan Falsafah Luhak Nan TigoKetua Tim KKN Universitas Negeri Padang Nagari Pagaruyung menyampaikan bahwa pemasangan papan informasi dan petunjuk arah ini bertujuan agar setiap wisatawan yang datang bisa dengan mudah mengakses lokasi serta memahami nilai sejarah Minangkabau secara mandiri.

Berdasarkan naskah papan edukasi dan wawancara Bersama juru kunci situs setempat, situs ini merupakan gambaran dari tiga wilayah inti peradaban Minangkabau (pusek jalo pumpunan ikan):

1. Luhak Tanah Datar (Luhak Nan Tuo):Dikenal sebagai luhak tertua dan pusat Kerajaan Pagaruyung dengan filosofi “Bumi lumbak, aia tawa, ikan banyak”. Luhak ini disimbolkan dengan warna Kuning pada Marawa yang melambangkan kebesaran, kebijaksanaan, dan kepemimpinan.

Baca Juga  Mahasiswa KKN UNP dan UNIB Serahkan Peta Sebaran Fasilitas Pemerintahan kepada Nagari Pasir Talang Selatan

2. Luhak Agam :Meliputi wilayah Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, dan sekitarnya. Dikenal dengan tradisi perantauan dan perdagangan yang kuat, serta melahirkan tokoh intelektual dan ulama besar. Disimbolkan dengan warna merah pada Marawa sebagai lambang keberanian dan semangat.

3. Luhak Lima Puluh Kota : Dikenal sebagai daerah agraris yang subur dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan serta solidaritas. Disimbolkan dengan warna hitam pada Marawa yang melambangkan ketahanan, keteguhan dan kedalaman ilmu.

Keseluruhan tatanan kebudayaan ini dipayungi oleh falsafah utama masyarakat Minangkabau, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Pentingnya Menjaga Tradisi dan Niat Spiritual

Juru kunci situs Luhak Nan Tigo menerangkan bahwa peninggalan era purbakala hingga masuknya ajaran Islam di Minangkabau memiliki nilai kearifan lokal yang tinggi. Menurutnya, tradisi membasuh muka di air Luhak Nan Tigo bukanlah bentuk meminta kepada batu atau benda mati, melainkan sebagai sarana simbolis untuk memohon kemudahan cita-cita langsung kepada Allah SWT.

“Kita Memohon kepada Yang Maha Kuasa, bukan ke batu ini. Kita mohon kepada Allah SWT, Ya Allah ya Tuhan, dengan sejarah sumur ini saya izin meminta air ini, sampaikanlah cita-cita saya ya Allah” ucap juru kunci saat menjelaskan tata cara dan etika berdoa bagi para pengunjung.

Baca Juga  Mahasiswa KKN UNP Gelar Sosialisasi Perlindungan Anak dan Remaja di Ruang Digital di SMPN 2 Solok Selatan

Juru kunci juga menambahkan bahwa sebanyak 3 kali, dimulai dari Luhak Tanah Datar, Luhak Limapuluh Kota, lalu Luhak Agam searah denga jarum jam yang diawali dengan pembacaan shalawat atas Nabi dan niat yang bersih di dalam hati.

Upaya Promosi dan Harapan KedepanAksi Gotong royong pembersihan lingkungan yang dilakukan mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang kini diharapkan bisa membuat kawasan Luhak Nan Tigo menjadi jauh lebih bersih, rapi, dan nyaman untuk di kunjungi. Keberadaan plang petunjuk jalan baru dan papan informasi edukatif diharapkan mampu meningkatkan minat wisatawan lokal maupun luar daerah untuk datang berkunjung.

Perangkat Nagari Pagaruyung beserta masyarakat setempat menyambut positif untuk mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang. Diharapkan sinergi ini dapat terus membangkitkan pesona pariwisata budaya dan sejarah di Nagari Pagaruyung secara berkelanjutan.(rel)

Penulis Utama (DPL): Nela Novita Sari, S.Tr.Keb., M.Keb.Tim Mahasiswa KKN UNP Kelompok Pagaruyung :Hayatil Azzakira, Faizul Ihsan, Muhammad Fadel, Monica Devina Wijaya, Refita Tri Cahyani, Nabila Nisaa Salsabila, Nabila Anggraini Putri, Vini Rasyika, Afifah Salsabila, Annisa Amalia, Helsi Rafa Sholeha, Fauzi Arrahim, Ilmi Azura, Muhammad Nabil, Zahara, Dindha Permata Sari, Afmita Oktavi Harahap, Fefinta Dwi Erianti, Riva Sulsi Putri, Hilliyah Pitriani, Anisah Salmah, Najhan Muzhaffar Haniya, Rohid Ardi, Halifah, Anissa Ramadhani.