PAINAN-Badan jalan kabupaten sepanjang lebih kurang 15 meter di Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, amblas akibat gerus arus sungai ketika terjadi banjir.
Pantauan Topsatu, Senin (17/2) nampak separuh badan jalan ambles, dan sejauh ini belum ada upaya pemerintah daerah setempat memperbaiki jalan tersebut. Sementara di lokasi juga tidak ada plang pemberitahuan agar pengguna jalan berhati-hati.
Selanjutnya, di lokasi terlihat ruas jalan juga berlubang, sehingga rawan terjadinya kecelakaan, terutama saat malam hari atau hujan, sehingga lubang tadi tertutup oleh genangan air.
Jalan kabupaten yang ambles itu menghubungkan Nagari IV Koto Hilie
dengan sejumlah nagari lainnya. Antara lain, Nagari Tuik, IV Koto Mudiek, Sungai Nyalo, Taratak Tempatih dan Pasar Batang Kapas.
Adi (45), salah seorang pengguna jalan membenarkan, jalan yang ambles
di Nagari IV Koto Hilie itu belum juga diperbaiki. Padahal, jalan itu merupakan akses utama yang menghubungkan sejumlah nagari dengan Pasar Batang Kapas.
“Saat ini, separuh badan jalan sepanjang 15 meter ambles digerus arus sungai ketika banjir. Namun hingga saat ini belum juga diperbaiki oleh pemerintah daerah setempat,” katanya.
Hal senada dikemukakan, Usman (52) yang juga pengguna jalan. Ia mengatakan, jalan yang ambles di Nagari IV Koto Hilie itu sudah cukup lama. Akan tetapi, belum terlihat upaya perbaikan oleh pemerintah daerah.
“Ya, dengan kondisi jalan seperti itu sangat rawan kecelakaan, sehingga harus segera diperbaiki. Kemudian kami berharap kepada dinas terkait agar segera memasang plang pemberitahuan jalan rusak di lokasi tersebut,” pintanya.
Sementara itu tokoh masyarakat Kecamatan Batang Kapas, Syafran Tamsa meminta kepada pemerintah daerah melalui dinas berwenang dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pesisir Selatan segera memperbaiki jalan yang ambles di Nagari IV Koto Hilie tersebut.
Pasalnya, jika masih dibiarkan, maka kerusakan jalan akan terus bertambah dan dikuatirkan jalan yang menghubungkan beberapa nagari dengan Pasar Batang Kapas itu putus. Bila jalan itu putus, maka belasan ribu jiwa akan terisolasi.
“Badan jalan yang ambles itu harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, dan segera dilakukan langkah perbaikan. Sebab, keberadaa jjalan itu sangat vital dan menjadi urat nadi perekonomian masyarakat,” kata Syafran. (son)












