Archandra Resmikan Sumur Bor dan Energi Terbarukan di Agam

  • Whatsapp
Wamen ESDM Archandra Tahar meresmikan sumur bor air tanah di Padang Tarok, Baso, Agam. (yose)

PADANG – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar meresmikan sumur bor dan pembangkit listrik energi terbarukan, Kamis (24/5) di Padang Tarok, Baso, Agam. Kegiatan itu bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga ini dapat membantu masyarakat, bisa bermanfaat. Jika tidak bermanfaatkan, nanti kita cari mana yang membutuhkan,”sebut Arcandra.

Read More

Disampaikannya, sengaja energi energi terbarukan diperbanyak untuk masyarakat. Energi terbarukan sampai hari ini yang dikatakan EBT adalah energi yang tak ada habisnya.

Selain itu juga terbatasnya cadangan minyak dan gas Indonesia. Cadadangan minyak terbukti Indonesia yang bisa diambil hanya sekitar 3,2 sampai 3,3 miliar barel. Dibandingkan dengan cadangan dunia kita hanya 0,2 persen.

“Cadangan minyak kita kurang dari 1 persen cadangan dunia. Lantas kalau cadangan minyak kita cuma segitu, andalan kita apa? Hanya energi terbarukan,”jelasnya.

Disebutkannya, anggaran pembangunan fisik ESDM di atas 50 persen dari seluruh anggaran. ESDM bertekad anggaran di Kementerian ESDM bisa dimanfaatkan langsung oleh rakyat.

Anggota Komisi III DPR RI, Mulyadi dalam kesempatan itu mengatakan, dengan adanya pembangunan tersebut dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Jika selama ini masyarakat hanya memanfaatkan air hujan sumur tanah.

“Kita memang harus memberikan perhatian bagi masyarakat. Ini tugas kita,”sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Geologi Kementrian ESDM, Rudi Suhendar, menyampaikan sumur bor dan pembangkit listrik energi terbarukan tersebut adalah kegiatan 2016-2017.

“Kami harap pembangunan ini secara penuh digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan listrik,”sebutnya.

Pemerintah akan terus memberikan palayanan pada masyarakat, khususnya dengan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro). Dimana sampai saat ini masih terdapat beberapa daerah di Sumatera Barat secara khusus, dan di indonesia secara umum, mengalami kesulitan air berish dan belum terjangkau listrik PLN. (yose)

 

Related posts